Cara Menyimpan dan Menghangatkan Ketupat, Agar Tak Mudah Basi dan Lebih Tahan Lama
Agar tidak mudah basi dan lebih tahan lama, perhatikan cara menyimapn dan menghangatkan ketupat yang benar.
TRIBUNJAKARTA.COM - Berikut ini hal yang perlu diperhatikan saat menyimpan dan menghangatkan ketupat, agar tidak mudah basi.
Ketupat jadi hidangan khas Hari Raya Idul Fitri yang jarang terlewat.
Di beberapa daerah di Indonesia, ketupat biasanya disajikan hingga lima hari setelah lebaran.
Berdasarkan KBBI, ketupat adalah makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa, berbentuk kantong segi empat dan sebagainya, kemudian direbus, dimakan sebagai pengganti nasi.
Tak jarang stok ketupat lebaran masih tersisa.
Sisa ketupan lebaran bisa disimpan dan dihangatkan kembali ketika akan disantap.
Dikutip dari Kompas.com, Corporate Chef Parador Hotels & Resorts (2020) Gatot Susanto mengatakan, ketupat mampu bertahan dua sampai tiga hari pada suhu ruang.
Baca juga: Kesalahan Sepele yang Sering Bikin Gagal saat Masak Ketupat, Apa Saja?
Meski demikian, Gatot menyarankan untuk menyimpan sisa ketupat lebaran di lemari pendingin (kulkas).
Hal itu agar sisa ketupat tetap bersih dan mampu tahan lama.
Salah satu cara menyimpan ketupat yang benar agar tahan lama yakni dengan memasukkannya ke dalam plastik kedap udara sebelum disimpan dalam kulkas.
Umumnya, ketupat bakal bertahan hingga tujuh hari selama cara penyimpanannya tepat.
Selanjutnya, di kesempatan yang berbeda, Executive Chef Fourpoint by Sheraton Hotel Makassar Suwanta menuturkan, perlu suhu kulkas tiga sampai lima derajat celsius untuk menyimpan ketupat.
Ketupat yang telah disimpan perlu dihangatkan sebelum disantap.
Cara menghangatkan ketupat
Ada berbagai teknik dalam cara menghangatkan ketupat, cukup dengan mengukusnya langsung ketupat sudah bisa dihangatkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ketupat93.jpg)