Lebaran 2023

Pendatang Baru di Jakarta Nyaris 1.000 Orang dalam Tiga Hari Pasca-lebaran

Selama periode 26 April hingga 28 April 2023 itu, jumlah pendatang di Jakarta terus meningkat setiap harinya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Acos Abdul Qodir
Warta Kota/Henry Lopulalan
Suasana kedatangan penumpang kereta api pada masa arus balik Lebaran di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (2/7/2017). Terkini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi jumlah pendatang yang masuk ke ibu kota pada arus balik Lebaran 2023 mencapai  40.000 orang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat, sebanyak 865 pendatang masuk Jakarta selama periode 26 April hingga 28 April 2023 usai Lebaran Idulfitri 1444 Hijriah ini.

Kepala Dukcapil DKI Budi Awaluddin menerangkan, mereka dibagi menjadi dua kategori, yaitu pendatang permanen dan yang tidak menetap di ibu kota.

“Total pendatang yang telah tercatat sebanyak 865 orang dengan rincian 848 orang migrasi permanen dan 17 orang migrasi non permanen,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (1/5/2023).

Selama periode 26 April hingga 28 April 2023 itu, jumlah pendatang di Jakarta terus meningkat setiap harinya.

Baca juga: 1.700 Ton Sampah Terkumpul di Kota Tangerang Selama Periode Lebaran 2023

Pada 26 April, jumlah pendatang yang tiba di ibu kota di angka 282 orang.

Kemudian, pada 27 April ada 217 orang dan terakhir pada 28 April tercatat pendatang yang masuk Jakarta ada 366 orang.

Diperkirakan 40.000 Pendatang Masuk Jakarta

Sebanyak 40.000 pendatang diprediksi masuk Jakarta usai masa mudik lebaran 2023.

Prediksi ini disampaikan Pemprov DKI lewat akun media sosial instagram resminya (@dkijakarta).

Baca juga: Satpol DKI PP Turunkan Ribuan Spanduk Selamat Lebaran hingga Atribut Partai

Dalam unggahan itu Pemprov DKI memprediksi bakal ada peningkatan jumlah penduduk di ibu kota hingga 30 persen usai hari raya Idulfitri 1444 Hijriah.

“Tahun ini, penambahan jumlah pendatang baru pascalebaran diprediksi mencapai 20 sampai 30 persen atau sekitar 36.000 sampai 40.000 pendatang,” tulisnya dalam unggahan itu, Minggu (16/4/2023).

Pemprov DKI menyebut, jumlah pendatang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir ini.

Pada 2020 lalu, jumlah pendatang mencapai 113.814 orang. Kemudian, 2021 sebanyak 139.740 jiwa dan 2022 mencapai 151.752 jiwa.

Dari lima wilayah kota administrasi di ibu kota, Jakarta Pusat jadi kawasan paling padat dengan jumlah penduduk pada 2022 lalu mencapai 1,11 juta jiwa.

“Hal ini perlu diantisipasi karena berpotensi terhadap meningkatnya angka kemiskinan, stunting, tingkat pengangguran, hingga persoalan kriminalitas,” ujarnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved