Polemik Ruko Serobot Saluran Air
Heru Budi Minta Pemilik Ruko Serobot Saluran Air di Pluit Bongkar Sendiri Bangunannya
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono minta pemilik ruko yang diduga menyerobot saluran air dan bahu jalan di Pluit segera membongkar bangunannya.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta pemilik ruko yang diduga menyerobot saluran air dan bahu jalan di Pluit, Jakarta Utara segera membongkar bangunannya sendiri.
Orang nomor satu di DKI ini pun memperingatkan pemilik ruko untuk mengikuti aturan yang ada.
“Ya kalau bisa bongkar sendiri, kan sesuai aturan saja, aturannya gimana,” ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (14/5/2023).
Untuk memastikan izin yang dimiliki sang pemilik ruko, Heru pun meminta Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim segera memeriksa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ruko tersebut.
“Saya sudah minta pak wali kota untuk melihat trasenya, melihat aturannya, dan juga melihat IMB-nya,” ujarnya.
Puluhan Ruko Serobot Saluran Air dan Bahu Jalan di Pluit
Puluhan ruko menyerobot saluran air dan bahu jalan di Jalan Niaga, RT 011 RW 03 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Meski pelanggaran ruko-ruko tersebut sudah dilaporkan sampai ke tingkat Pemprov DKI Jakarta, hingga kini belum ada penindakan apapun.
Baca juga: Heru Budi Minta Wali Kota Jakut Periksa IMB Ruko yang Serobot Saluran Air dan Bahu Jalan di Pluit
Ketua RT 011 RW 03 Pluit Riang Prasetya mengatakan, sejauh ini pemerintah baru melakukan pendataan terhadap ruko-ruko yang dinilai melanggar aturan tersebut.
"Saya melapor ke Pemprov DKI Jakarta, baru ada pendataan, belum ada tindakan apapun," kata Riang di lokasi, Rabu (10/5/2023).
Dirinya pun tak paham mengapa hingga kini belum ada pembongkaran ruko-ruko yang menyerobot saluran air dan bahu jalan tersebut.
Belakangan, baru ada satu dari total 42 pemilik ruko yang secara pribadi membongkar bagian tempat usahanya yang melewati garis sempadan bangunan (GSB).
"Total di Blok Z4 Utara ada 20 unit, Z8 Selatan ada 22 unit. Kalo Z4 Utara seluruhnya maju seperti ini. Ini saluran air mereka keramik, mereka beton, mereka tutup," kata Riang.
"Satu ruko dengan kesadaran bongkar sendiri. Masih ada 41 ruko belum dibongkar," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ketua-RT-kanan-dan-pemilik-ruko-yang-serobot-saluran-air-dan-bahu-jalan-2.jpg)