Pemancing Dibuat Kaget Ratusan Ikan Tiba-tiba Teler Lalu Mati di Danau Sunter
Fenomena ratusan ikan tiba-tiba mati terjadi di Danau Sunter Selatan, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pemancing dibuat kaget.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Fenomena ratusan ikan tiba-tiba mati terjadi di Danau Sunter Selatan, Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Keberadaan ratusan ikan yang mati secara mendadak ini tampak di setiap sisi Danau Sunter Selatan.
Terpantau kebanyakan ikan yang mati berjenis mujair ini mengapung di permukaan air.
Belum diketahui penyebab matinya ikan-ikan tersebut, yang jelas para pemancing di Danau Sunter merasa resah.
Salah seorang pemancing, Tekno (40) mengatakan, keberadaan ikan-ikan yang mati mendadak ini sudah ada sejak Rabu (7/6/2023) kemarin.
Baca juga: Menengok Suasana Waduk Setu Sore Hari, Didominasi Pemancing Hingga Jadi Lokasi Jogging
Diduga ikan-ikan ini mabuk lalu mati mendadak lantaran perubahan cuaca ekstrem.
"Kalau dengar-dengar dari yang mancing-mancing karena perubahan cuaca. Habis hujan kan ada panas tuh, panas banget jadi ikan-ikannya pada teler," ucap Tekno di lokasi.
Tekno mengatakan, keberadaan ikan-ikan yang mati ini berada di sepanjang Danau Sunter, dari ujung ke ujung.
Diperkirakan ikan-ikan yang mati ini jumlahnya mencapai ratusan ekor.
"Dari ujung sampai ujung ada, mungkin ada orang yang nebar ikan, dia belum menyesuaikan kondisi di sini," katanya.
Baca juga: Pemancing yang Hilang di Teluknaga Ditemukan Meninggal Tersangkut di Hutan Bakau
Pemancing lainnya, Bayu Nurwandoyo (27) mengaku bingung melihat banyak ikan mati dan mengapung ke permukaan.
Menurut Bayu, kematian ratusan ikan mujair ini baru pertama kali terjadi di Danau Sunter.
Berbeda dengan Tekno, Bayu menganggap penyebab ikan-ikan tersebut mati karena pencemaran lingkungan.
"Dapat kabar dari temen katanya ikannya lagi pada mabok. Di sini paling itu (karena) limbah, nggak ada lagi sekarang orang buang racun," ucapnya.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.