Viral di Media Sosial

Setelah Al Zaytun, Viral Pondok Pesantren Al Kafiyah Salat Imamnya Seorang Wanita, Gerakannya Aneh

Imam salat dalam Islam adalah seorang pria, tetapi di video yang viral imamnya merupakan seorang wanita.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Instagram
Belum selesai soal Pondok Pesantren Al Zaytun, viral sebuah video salat yang dilakukan sejumlah pria dan wanita di Pondok Pesantren Al Kafiyah. 

Tak sedikit juga yang menganggapnya dengan serius.

"Syarat sah shalat yaitu berakal sehat," tulis warganet.

"Itu kaya nya cuma pngen viral. Masa iya si ponpes tulisan nya di banner di taruh depan rumah wkwk," kata warganet.

Ternyata ini alasan Ponpes Al Zaytun belum dibubarkan

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui tak mudah mengambil sikap untuk membubarkan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun.

Meski dinilai sebar ajaran sesat, ada banyak pertimbangan pemerintah hingga kini belum juga mengambil tindakan tegas terhadap ponpes pimpinan Panji Gumilang itu.

“Di sana saya kira sudah tidak sekedar ponpes, karena di sana banyak santri, banyak siswa yang harus harus kita selamatkan masa depan pendidikannya,” ucapnya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/6/2023).

Oleh sebab itu, Muhadjir menyebut, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Kementerian Agama guna mencari solusi untuk para santri dan siswa di Al-Zaytun bila nanti ponpes itu benar-benar dibubarkan.

Sampai saat ini, pemerintah lewat Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) masih terus melakukan kajian terkait keberadaan Ponpes Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang itu.

Baca juga: Kontroversi Panji Gumilang, Menko PMK: Al-Zaytun Bukan Sekedar Ponpes, Sudah Mirip Negara

“Belum sampai itu (dibubarkan), sekarang masih dikaji terus, kapan selesainya kita lihat nanti,” ujarnya.

Untuk itu, Muhadjir yang juga tokoh kawakan Muhammadiyah ini menyebut, pihaknya kini masih menunggu keputusan yang akan diambil oleh Menkopolhukam Mahfud MD.

“Sisi penegakan hukum itu urusan pak Menkopolhukam, kalau sisi pencegahan dan rehabilitas atau pemilihan korban itu urusan saya,” tuturnya.

“Kami sudah kompak ini untuk penanganannya, Insyaallah,” tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved