Warisan Anies di Jakarta Dimodifikasi Heru Budi, Lahan Pengelolaan Sampah Jadi tempat Parkir JIS

Pasalnya Anies Baswedan yang menginisiasi pembangunan JIS menginginkan agar JIS bisa terintregasi dengan transportasi massal.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan ITF Sunter. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Warisan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan dimodifikasi penggantinya, enjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Lahan fasilitas pengelolaan sampah ITF Sunter kini dijadikan lahan parkir untuk Jakarta International Stadium (JIS).

Padahal JIS sengaja dibangun dengan lahan parkir yang sedikit.

Pasalnya Anies Baswedan yang menginisiasi pembangunan JIS menginginkan agar JIS bisa terintregasi dengan transportasi massal.

Sehingga penomton sepak bola harus menggunakan transportasi umum demi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Konsep Anies tersebut pun akhirnya hilang. JIS menjadi seperti stadion-stadion lain yang menanggung beban kantung parkir para penontonnya.

“Lahan yang tadinya diperuntukkan untuk ITF itu nanti akan full menjadi lokasi parkir. Jadi akan ada tambahan lahan parkir untuk di JIS,” ucapnya, Selasa (4/7/2023).

Keterbatasan lahan parkir memang jadi salah satu kendala hingga saat ini JIS belum sekalipun menggelar pertandingan resmi.

Baca juga: Persiapan Piala Dunia U-17: Menteri Basuki, Erick Thohir dan Pj Gubernur Heru Budi Tinjau JIS

Untuk memecahkan masalah tersebut, Pemprov DKI melalui Dishub pun berupaya melakukan penambahan lahan parkir di sekitar JIS.

Selain di lahan ITF, Dishub DKI juga bakal menyediakan lahan parkir di sekitar Kampung Bambu.

Total lahan di Kampung Bambu yang akan dioptimalkan sebagai lahan pun mencapai 5.000 meter persegi.

“Lahan ITF Sunter itu milik Pemprov, kemudian yang di Kampung Bambu itu kerja sama kami dengan PT KAI,” tuturnya.

“Itu lahan yang akan dioptimalkan sebagai tambahan selain yang sudah ada di Ancol,” tambahnya menjelaskan.

Sebagai informasi, belum lama ini Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memutuskan untuk tak melanjutkan program pembangunan ITF Sunter yang dirancang di era Gubernur Anies Baswedan.

Mahalnya nilai investasi dan biaya operasional yang mencapai triliunan rupiah disebut Heru Budi jadi alasan tak dilanjutkannya program pembangunan ITF Sunter.

Untuk mengatasi masalah sampah di Jakarta, Heru Budi pun memutuskan untuk mengembangkan refuse derived fuel (RDF).

Tinjau untuk Piala Dunia U-17

Sebelumnya, sejumlah pejabat melakukan peninjauan ke Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/7/2023).

Kunjungan dalam rangka persiapan Piala Dunia U-17 ini dilakukan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua PSSI Erick Thohir, hingga Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

"Hari ini saya bersama dengan Ketua Umum PSSI dan bapak Pj Gubernur meninjau lapangan kita ini," kata Menteri Basuki di lokasi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua PSSI Erick Thohir, hingga Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono melakukan peninjauan ke Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/7/2023).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua PSSI Erick Thohir, hingga Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono melakukan peninjauan ke Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/7/2023). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Dalam prosesnya, para pejabat ini melihat langsung suasana dan kondisi terkini JIS.

Peninjauan dilakukan baik di dalam stadion maupun di bagian luar stadion.

Hal ini untuk memastikan JIS sudah memenuhi standar FIFA untuk bisa terpilih menjadi stadion yang dipakai untuk ajang kejuaraan dunia November mendatang.

"Saya bilang lapangan kita, JIS ini untuk dievaluasi kira-kira kita akan coba untuk dapat memenuhi standar FIFA dalam rangka persiapan U-17 November 2023," ucap Basuki.

Basuki menuturkan, ada beberapa catatan terkait kondisi JIS yang perlu dibenahi supaya dapat memenuhi standar FIFA.

Misalnya terkait kondisi rumput dan akses keluar masuk penonton yang kini masih minim.

"Salah satunya rumput, jadi yang sekarang tidak dapat memenuhi kriteria FIFA," ucap Basuki.

"Kemudian akses ke stadion, yang ada eksisting sekarang hanya satu, menurut saya ini berbahaya, sekuritinya apalagi di lingkungannya lingkungan penduduk, jadi akan kita tambah lagi, lima akses lagi," jelasnya.

Para pemain Persija Jakarta di bawah arahan pelatih Thomas Doll menggelar latihan di lapangan latihan Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, pada Kamis (23/3/2023) malam.
Para pemain Persija Jakarta di bawah arahan pelatih Thomas Doll menggelar latihan di lapangan latihan Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara, pada Kamis (23/3/2023) malam. (Youtube @PersijaTv)

Ketua PSSI Erick Thohir menegaskan, keputusan akhir apakah JIS bakal dipergunakan untuk Piala Dunia U-17 bakal berada di tangan FIFA.

Saat ini pemerintah berkolaborasi melakukan pembenahan terhadap JIS yang termasuk ke dalam 22 stadion prioritas untuk direnovasi jelang perhelatan tersebut.

"Bahwa nomor satu standar FIFA itu yang menentukan FIFA bukan PSSI atau siapapun yang di sini," ucapnya.

"Kita hanya memperbaiki meningkatkan semua yang bisa sesuai dengan standar FIFA," tandas Erick.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved