Berani Simpan Jasad Mayat Bayinya di Kulkas, Pria di Tangerang Hanya Modal Meniru

Ayah di Kota Tangerang berinisial S (30), menyimpan mayat bayinya di kulkas. Hal itu lantaran dirinya belum memiliki biaya pemakaman.

Tayang:
Grid.id
Ilustrai kulkas - Pria di Kota Tangerang simpan mayat bayinya di kulkas. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ayah di Kota Tangerang berinisial S (30), menyimpan mayat bayinya di kulkas.

Hal itu lantaran dirinya belum memiliki biaya untuk menguburkannya secara layak.

Namun dapat dari mana ide menyimpan jasad darah dagingnya itu di kulkas?

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang buka suara terkait jasad bayi yang dimasukan ke dalam kulkas oleh S.

Pihak rumah sakit mengakui AA, istri dari S melahirkan bayinya di sana.

Namun, bayi tersebut tak dapat diselamatkan karena sudah meninggal di dalam kandungan.

Hal itu disampaikan Humas RSUD Kota Tangerang, Fika S. Khayan saat dikonfirmasi pada Kamis (6/7/2023).

Menurut Fika, bayi itu kemudian sempat dibawa instalasi pemulasaran jenazah (IPJ) RSUD Kota Tangerang, sebelum dibawa pulang oleh ayahnya, S.

Baca juga: Kulkas Milik Pasutri di Tangerang Isinya Jasad Bayi yang Sudah Beku, Ngakunya Terinspirasi dari RS

Namun, jenazah bayi itu dibawa tanpa menggunakan ambulans lantaran S menyanggupi untuk membawanya sendiri.

"Penyerahan jenazah bayi dilakukan di IPJ dan untuk transportasi tidak menggunakan ambulans, karena keluarga menyanggupi untuk membawa pulang sendiri," ucap Fika saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (6/7/2023).

Kendati begitu, Fika tak mengetahui secara pasti transportasi apa yang digunakan oleh S untuk membawa jasad bayinya itu.

Namun, Fika menegaskan bahwa penyerahan jenazah bayi di IPJ telah sesuai prosedur.

Baca juga: Istri Dirawat di RS, Terungkap Alasan Dibalik Aksi Pria di Tangerang Simpan Jasad Bayinya di Kulkas

"Untuk kendaraannya kami kurang tahu, karena administrasi selesai di ruang administrasi IPJ," ucap ida.

Sebelumnya diberitakan, Kapolsek Ciledug AKP Dorisha Suryo mengatakan, S terpaksa menyimpan jasad bayi karena terhimpit masalah ekonomi.

S tidak punya biaya untuk menguburkan jasad anaknya di tempat pemakaman umum (TPU).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved