Haji Mabrur dan Tanda-Tandanya
Haji Mabrur dan tanda-tandanya. Opini oleh Noor Shodiq Askandar, Wakil Rektor 2 Unisma Malang dan Ketua KPEU MUI Jawa Timur.
Penulis : Noor Shodiq Askandar
Wakil Rektor 2 Unisma Malang dan Ketua KPEU MUI Jawa Timur
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dua bulan terahir , perhatian umat Muslim di seluruh dunia lebih tertuju pada salah satu rukun dalam Islam, yakni pelaksanaan ibadah haji 1444H.
Mulai dari penetapan kuota, siapa yang harus berangkat, berapa biaya yang harus dilunasi, dapat kloter berapa, proses pemberangkatan yang beragam dari berbagai daerah, dan berbagai pernak pernik lain yang membuat ini semua jadi menarik.
Para pengamat, kian berkomentar sesuai keahliannya. Para pejabat disamping bermusyawarah mengenai biaya, juga mempersiapkan agar pelayanan haji tahun ini lebih baik, keluarga mempersiapkan bekal, dan lain sebagainya. Pendek kata, proses ibadah haji seperti gadis remaja yang membuat semua orang tertarik untuk mengetahuinya.
Baca juga: Duka Cucu Sambut Neneknya Pulang Haji Cuma Sendiri, Sang Kakek Meninggal Dunia di Tanah Suci
Bagi yang ditakdirkan berangkat, setidaknya ada dua hal yang biasanya menjadi fokus pikiran dan tindakan.
Pertama, terus berdoa semoga bisa betul-betul menjalankan ibadah haji dengan sempurna.
Mulai dari berangkat, penginapan yang nyaman, makanan yang cukup, hingga sampai pada pelaksanaan ibadah haji mulai dari wukuf di Arofah, hingga selesai. Mengapa demikian?
Beberapa jamaah calon haji yang sudah sampai di Mekkah al mukarromah atau Madinah al Munawaroh, ternyata tidak bisa melaksanakan ibadah haji. Allah SWT telah memanggil menghadap keharibaanNya, sebelum prosesi haji dimulai. Ada yang bisa melaksanakan, tapi dalam kondisi Kesehatan yang kurang baik, sehingga beberapa prosesi ibadah tidak bisa dijalankan secara mandiri dan harus diwakilkan kepada orang lain dan lain sebagainya.
Kedua, berdoa terus menerus agar bisa mendapatkan predikat haji mabrur yang menjadi dambaan semua jamaah haji darimanapun asalnya.
Baik itu dari negara Indonesia, dari Afrika, Eropa, maupun dari berbagai belahan dunia. Kenapa demikian ? Allah SWT telah menjanjikan kepada semua ummat manusia yang mendapat predikat haji mabrur, tiada balasan yang pantas kecuali syurganya Allah SWT (Al hajji al mabrur laisa lahu jaza’un illal Jannah).
Ini yang membuat semua jamaah haji berusaha sebaik mungkin dalam melaksanakan ibadah haji yang sudah diniatkan dan dinantikan bertahun tahun.
Sungguh merugi, apabila kesempatan yang diberikan Allah tidak mampu dimanfaatkan dan dijalankan dengan sebaik mungkin.
Lantas bagaimana kita melihat tanda tanda kemabruran orang selesai ibadah haji? Islam mengajarkan, bahwa setidaknya ada tanda utama seseorang mendapatkan predikat haji mabrur.
Pertama, kalau seseorang selesai beribadah haji, hubungan dengan Allah semakin dekat. Ibadahnya semakin baik dan meningkat kualitasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Noor-Shodiq-Askandar-sebagai-Wakil-Rektor-2-Unisma-Malang-dan-Ketua-KPEU-MUI-Jawa-Timur.jpg)