Asal Usul Kampung Rawa Kompeni, Dulunya Tempat Persembunyian Belanda yang Dikuasai Orang China
Kampung Rawa Kompeni salah satu kawasan yang ada di Jakarta Barat. Jika mendengar namanya, kampung ini mengingatkan kita pada penjajahan Belanda
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Simak asal usul Kampung Rawa Kompeni di Jakarta Barat.
Kampung Rawa Kompeni merupakan salah satu kawasan pemukiman yang ada di Kelurahan Kamal, Jakarta Barat.
Jika mendengar namanya, kampung ini mengingatkan kita pada penjajahan Belanda di Indonesia.
Kompeni dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti persekutuan dagang Belanda yang pernah ada di Nusantara pada pertengahan abad ke-17 hingga awal abad ke-19 (VOC).
Penyebutan Kompeni juga banyak diartikan dengan pemerintah Belanda pada zaman penjajahan, atau serdadu Belanda.
Jika mengulas lebih jauh tentang asal usul Kampung Rawa Kompeni, sebetulnya pemukiman ini memang lekat dengan cerita pada zaman sebelum Indonesia merdeka.
Konon, kampung ini adalah salah satu kampung tua di Jakarta yang keberadaannya sudah dikenal sejak sangat lama.
Sebelum dibangun pemukiman, kampung ini hanyalah kawasan rawa-rawa.
Terdapat beberapa cerita tentang sejarah Kampung Rawa Kompeni.
Salah satu cerita yang berkembang menyebutkan bahwa kampung ini disebut Kampung Rawa Kompeni karena dulu wilayah rawa di kawasan tersebut belum pernah diduduki oleh kompeni (Belanda).
Versi lain menyebutkan, bahwa dahulu orang-orang Kompeni suka bersembunyi di rawa-rawa tersebut untuk mengawasi para penduduk.
Dalam perkembangannya, rawa-rawa di kawasan ini mulai diurug untuk dibangun pemukiman.
Pemukiman ini dihuni oleh orang-orang Betawi dan juga China.
Mengutip laman resmi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, dulu pada masa penjajahan Belanda, kampung ini berada di bawah kekuasaan seorang tuan tanah asal China bernama Kian Tek yang tinggal di Tegal Alur.
Orang-orang yang menggarap sawah di kawasan ini wajib untuk menyetorkan hasil panen mereka sebanyak sepuluh bedeng padi untuk satu petaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tpst-bantar-gebang_20180516_182109.jpg)