Viral di Media Sosial

Viral Jual Risol di Sekolah Demi Ringankan Orangtua, Tekad Fadil Ikuti Jejak Sang Kakak Saat Kuliah

Fadil (17) jadi viral jualan risol di sekolah demi meringankan orangtua. Tekad Fadil ikuti jejak sang kakak saat kuliah.

Tangkap layar Tik Tok @afdlht
Fadil, bocah kelas XI yang berjualan risol. Fadil (17) jadi viral jualan risol di sekolah demi meringankan orangtua. Tekad Fadil ikuti jejak sang kakak saat kuliah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ahmad Fadilah Thorik (17) atau akrab disapa Fadil merupakan siswa kelas XI di SMAN 1 Natar, Lampung.

Kisahnya yang memilih tak bermain dan justru berjualan di sekolah berhasil membuat banyak orang yang melihat bangga.

Setiap pulang sekolah, ia lebih memilih untuk membuat risol mayo yang akan dijajakannya di sekolah pada esok hari.

Ekonomi memang menjadi satu diantara alasannya untuk mandiri. Ayahnya hanya bekerja sebagai tukang ojek dan ibunya bekerja menjaga warung makan milik orang lain.

Sebagai anak ketiga dari lima bersaudara ia hanya ingin meringankan beban orangtuanya. Terutama untuk sekedar uang saku hingga kuota data.

Alhasil ia bertekad akan terus berdagang hingga dirinya masuk ke perguruan tinggi nanti.

Fadil, bocah kelas XI yang berjualan risol.
Fadil, bocah kelas XI yang berjualan risol. (Tangkap layar Tik Tok @afdlht)

"Kemungkinan besar tetap jualan risol lagi," ungkapnya kepada TribunJakarta.com, Senin (11/9/2023).

Apalagi kakak lelakinya turut memberikan contoh kepadanya bahwa sambil kuliah juga bisa tetap berjualan.

Yap, inspirasi berjualannya sejak awal memang bermula dari sang kakak.

Ia melihat kakaknya tak pernah lagi meminta uang saku dan bensin usai berjualan.

Bedanya saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia belum bisa membuat sendiri jualannya. Sehingga harus mengambil dari orang lain.

Sementara saat ini ia sudah bisa jauh lebih mandiri dan hasil keuntungan yang diraup pun jauh lebih banyak.

"Modal Rp 100 ribu bisa dibuat jadi 100 pcs risol, tapi aku jual 100 pcs itu dalam 2 hari. Jadi hari pertama itu aku bawa 50 pcs untuk balikin modalnya, kemudian di hari selanjutnya aku bawa 50 pcs lagi buat untungnya, dan uangnya aku pakai buat kebutuhan sehari-hari kayak buat jajan, buat beli bensin ke sekolah, buat ganti oli motor, sama beli kuota," pungkasnya.


Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved