Pilpres 2024
Karir Politik Puan Dianggap Faktor Utama Megawati Pilih Cawapres Ganjar, Khofifah Bisa Jadi Portal
Menurut Hasan Nasbi, sosok cawapres Ganjar jangan sampai menjadi penghalang karir politik Puan ke depannya.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok pendamping bakal capres Ganjar Pranowo belum juga diumumkan. Menko Polhukam Mahfud MD dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi dua kandidat terkuat.
Keduanya kerap disebut-sebut oleh petinggi PDIP maupun elite PPP, partai yang berkoalisi dengan PDIP, sesama pengusung Ganjar.
Namun, pada akhirnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang akan memutuskan.
Pengamat Politik Hasan Nasbi melihat banyaknya faktor yang menjadi bahan pertimbangan Megawati dalam Pilpres 2024 ini.
Pendamping Ganjar bukan hanya tentang elektabilitas dan kemungkinan menang yang besar.
Hasan Nasbi bahkan melihat masa depan karir politik Puan Maharani menjadi faktor utama penentu cawapres Ganjar.
Seperti diketahui, Puan Maharani, putri dari Megawati itu, saat ini menjabat Ketua DPR RI dan Ketua DPP PDIP.
Menurut Hasan Nasbi, sosok cawapres Ganjar jangan sampai menjadi penghalang karir politik Puan ke depannya.
Dalam hal ini, Mahfud MD memiliki peluang lebih besar dipilih sang putri Bung Karno.
Sebab dengan usianya yang sudah senior, Mahfud MD dinilai tidak terlalu mengancam Puan.
Hal berbeda jika Khofifah yang dipilih.
Sebagai bakal cawapres, terlebih jika terpilih menjadi orang nomor dua di negeri ini, elektabilitasnya berpotensi melejit.

Khofifah bisa menjadi portal bagi karir politik Puan di masa depan.
"Jadi kemungkinan akan ada pertimbangan itu, jangan sampai jalan politik Puan ada portal-portal penghalang," tutur Hasan saat diskusi bertajuk "Cawapres Penentu Kemenangan Pemilu 2024" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2023).
Selain itu, kategori sosok pendamping Ganjar haruslah dari sosok religius.
Sebab, kata Hasan Nasbi, citra religius sangat penting bagi PDIP.
"Kayaknya bu Mega masih konsisten dengan cara pandang yang nasionalis religius."
"Kan kekhawatiran terdalam dari PDIP itu kan dianggap gak religius, jadi dia akan mencari representasi yang bisa dibilang dia merangkul kelompok agama."
"Kelompok religius dan kelompok religius terbesar kan NU," kata pendiri Cyrus Network itu.

Di sisi lain, Hasan Nasbi juga berbicara tentang kemungkinan waktu pendaftaran Ganjar dan wakilnya.
Dengan simpelnya mekanisme penentuan sosok cawapres, koalisi yang digalang PDIP diprediksi akan mendaftar ke KPU pada menit akhir.
"Ganjar simpel kan ibu doang yang menentukan. Sementara Prabowo kan harus diskusi dengan Jokowi dulu, dengan partai koalisi."
"Kalau Ganjar tegantung ibu, besok pendaftaran, malam ini dia mutusin kan bisa aja, dia ga ada kekhawatiran kehilangan teman koalisi," kata Hasan.
Hasil Survei
Sebagai gambaran, temuan survei Indikator Politik Indonesia pada 25 Agustus - 3 September 2023, dua nama kandidat bakal cawapres pendamping Ganjar tidak terlalu mentereng.
Nama Mahfud MD dan Khofifah hanya ada pada 7 besar pada pertanyaan terbuka, "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang Ibu/Bapak anggap paling pantas sebagai calon Wakil Presiden di antara nama-nama
berikut?…"
Ridwan Kamil di posisi pertama dengan 16,6 persen, kedua adalah Erick Thohir dengan 13,9 persen dan ketiga adalah Sandiaga Uno dengan 11,3 persen.
Sementara pada posisi keempat ada Agus Harimurti Yudhoyono dengan 9,0 persen, lalu kelima Gibran Rakabuming dengan 8,3 persen.
Peringkat keenam baru ada nama Mahfud MD dengan 5,7 persen dan Khofifah peringkat ketujuh dengan 4,9 persen.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
Ada 8 Tantangan, Alumni ITB Minta Prabowo-Gibran Fokus ke Persoalan Ekonomi |
![]() |
---|
Isu Raffi Ahmad Masuk Bursa Menteri Prabowo Tak Dibantah Gerindra, Prabowo Pernah Sebut Sebagai Staf |
![]() |
---|
Eks Dewan Pakar TPN: Parpol Pendukung Ganjar Mahfud Lebih Layak Masuk Pemerintahan Prabowo |
![]() |
---|
Pengamat Sarankan Prabowo Tempatkan Megawati, SBY dan Jokowi di DPA, Bukan Presidential Club |
![]() |
---|
Pengamat Soal Surya Paloh Sungkan Minta Jatah Menteri ke Prabowo: Tak Semua Perlu Eksplisit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.