Viral di Media Sosial

Akbar Guru yang Dilaporkan Orangtua Murid Akui Sempat Pukul Pakai Kayu, Tapi Tak Kena Tubuh Korban

Guru SMK Ngeri 1 Taliwang, Nusa Tenggara Barat ini mengakui memang sempat memukul korban berinisial MA tersebut menggunakan kayu.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Instagram
Akbar Sorasa, guru yang dilaporkan orangtua murid yang tak terima anaknya ditegur karena tak salat akhirnya buka suara. Guru SMK Ngeri 1 Taliwang, Nusa Tenggara Barat ini mengakui memang sempat memukul korban berinisial MA tersebut menggunakan kayu. 

"Saya ajak ayo salat, siswa-siswa itu tak ada yang bereaksi sama sekali. Saya ajak lagi,"

"Yang terakhir kali saya ajak, ada korban di sana. Tetap tidak ada reaksi akhirnya di sana terjadi perbuatan yang saya bisa katakan untuk mendisiplinkan anak-anak," kata Akbar dikutip dari YouTube tvOneNews, Senin (9/10/2023).

Akbar pun mengaku memang sempat memukul korban menggunakan kayu yang kira-kira panjangnya 50 cm.

Namun Akbar menyebut, pukulan ia arahkan ke tas korban, bukan tubuh.

Akbar Sorasa, guru yang dilaporkan orangtua murid yang tak terima anaknya ditegur karena tak salat akhirnya buka suara.
Akbar Sorasa, guru yang dilaporkan orangtua murid yang tak terima anaknya ditegur karena tak salat akhirnya buka suara. (Instagram)

"Saya pukul pakai kayu adalah hal yang benar, itupun yang saya pukul hanya MA dan ke ranselnya. Karena kebetulan anak itu pakai ransel,"

"Setelah itu kayunya saya buang," ucap Akbar.

Ditanya asal kayu tersebut, Akbar mengaku kebetulan melihatnya di sekitar lokasi kejadian sebelum insiden tersebut terjadi.

Akbar melanjutkan, hal itu ia lakukan dengan niat mendisiplinkan.

"Kayu itu kebetulan sudah tergeletak di tanah, niat awal saya cuman ingin menakut-nakuti saja biar bergegas," kata Akbar.

"Saya sengaja kena tas karena perhitungan saya kalau saya kenakan ke anggota tubuhnya bisa mengakibatkan cedera," sambungnya.

Meski begitu, Akbar sadar apa yang dilakukannya merupakan suatu kesalahan.

Untuk itu Akbar pun meminta maaf atas perbuatannya kepada MA.

Akbar mengaku sudah melakukan mediasi dengan orangtua MA tetapi tak menemukan solusi.

"Kita sudah mengupayakan mediasi saya sendiri mengakui perbuatan saya dalam rangka mendisiplinkan anak-anak tersebut dengan kekerasan adalah salah,"

"Di proses mediasi itu tidak ditemukan titik temu, akhirnya berujung pengadilan,"

"Saya benar-benar minta maaf," ucap pria berkemeja putih tersebut.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved