Sama-sama Melawan Israel, Apa Bedanya Kelompok Hamas dengan Fatah?

Sama-sama melawan Israel demi kemerdekaan Palestina, apa perbedaan kelompok Hamas dengan Fatah? Ternyata begini asal usulnya.

Tayang:
Editor: Muji Lestari
TribunTimur/Int
Pasukan Hamas. Sama-sama musuhi Israel, ini bedanya kelompok Hamas dengan Fatah Palestina. 

Meskipun kehilangan mayoritas di tingkat nasional, Fatah mempertahankan kendali atas Otoritas Nasional Palestina di Tepi Barat dan tetap aktif mengontrol kamp-kamp pengungsi Palestina.

Dalam spektrum posisi politik, Fatah secara umum diklasifikasikan dari kiri-tengah hingga sayap kiri.

Perbedaan Hamas dan Fatah

Perbedaan antara kedua organisasi ini mencakup sejumlah aspek yang mencerminkan perbedaan ideologis, strategi, dan tujuan politik mereka.

1. Tujuan politik

Fatah telah secara resmi mengakui keberadaan Israel dan memiliki tujuan untuk membentuk negara Palestina di wilayah perbatasan pada 1967.

Di sisi lain, meskipun Hamas menerima gagasan negara Palestina, mereka tidak mengakui kedaulatan Israel.

2. Ideologi

Perbedaan ideologis antara Fatah dan Hamas sangat mencolok. Fatah menganut nilai-nilai demokrasi sosial, solusi dua negara, nasionalisme Palestina, dan sekularisme.

Sementara itu, Hamas memiliki ideologi yang mencakup unsur-unsur Islamisme, sikap anti-Zionisme, nilai-nilai agama, dan bahkan pandangan yang mencirikan antisemitisme.

3. Para Pendiri

Tokoh-tokoh kunci yang membentuk Fatah adalah Salah Khalaf, Yasser Arafat, Khalil al-Wazir, dan Khaled Yashruti.

Adapun Hamas didirikan oleh figur-figur seperti Hassan Yousef, Mahmoud Zahar, Ibrahim Quba, dan Mohammad Taha.

4. Afiliasi yang berbeda

Secara historis, Fatah memiliki afiliasi dengan Organisasi Pembebasan Palestina (nasional), partai sosialis Eropa, dan aliansi progresif sosialis internasional (internasional).

Sementara itu, Hamas terhubung dengan aliansi pasukan Palestina (nasional) dan Ikhwanul Muslimin (internasional).

5. Strategi

Fatah memilih jalur diplomatis dengan bernegosiasi dengan Israel, sedangkan Hamas mengadopsi strategi perlawanan bersenjata sebagai tanggapan terhadap ketegangan dengan Israel.

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News.

 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved