Pilpres 2024
AHY Tak Jadi Mentan, Pengamat Cium Aroma SBY Tak Restui Gibran Jadi Cawapres Prabowo
Selamat Ginting menganalisis batalnya AHY sebagai menteri karena dipengaruhi faktor politik yang begitu kencang.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat santer diisukan bakal masuk Kabinet Indonesia Maju mengisi jabatan Menteri Pertanian (mentan).
Namun nyatanya Presiden Jokowi melantik Amran Sulaiman untuk kembali mengisi jabatan Mentan menggantikan Syahrul Yasin Limpo yang terjerat kasus di KPK.
Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting menganalisis batalnya AHY sebagai menteri karena dipengaruhi faktor politik yang begitu kencang.
Ginting menduga hal itu ada kaitannya dengan sikap Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia meyakini nampaknya SBY tak sepenuhnya setuju jika Gibran yang dipilih menjadi cawapres bagi Prabowo Subianto.
"Saya membaca mengapa AHY tidak jadi dilantik sebagai Mentan, menurut saya SBY gak setuju pasangan ini karena merasa dikerjai juga," kata Ginting saat dihubungi, Jumat (27/10/2023).
Sebab, alasan Demokrat keluar dari Koalisi Perubahan dan beralih ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) karena posisi AHY sebagai cawapres direbut oleh Muhaimin Iskandar.
Tapi di KIM yang dipilih sebagai cawapres justru Gibran yang secara karir politik masih di bawah AHY.
"AHY lebih mendinganlah dari Gibran, dia di militer 17 tahun. Lah Gibran baru 2,5 tahun di pemerintahan, gak mungkin bisa jadi cawapres kalau dia bukan karena anak presiden," kata Ginting.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai kemungkinan Demokrat bakal bergabung ke koalisi pemerintah tergantung kesepakatan dengan Jokowi.
"Dalam konteks itu apakah AHY akan masuk ke pemerintahan bisa iya juga bisa tidak, tergantung ada deal antara Demokrat dengan Pak Jokowi," kata Ujang saat dihubungi, Jumat (27/10/2023).

Ujang enggan berspekulasi melihat peluang Demokrat bakal masuk kabinet.
Namun, situasi tersebut tentunya menarik perhatian publik karena sudah hampir dua periode kepemimpinan Jokowi, Demokrat menjadi oposisi.
"Tentu misalnya ada reshuflle. Demokrat masuk, ini akan semakin menarik karena demokrat 9 tahun oposisi. kita lihat saja dinamikanya," ucap Ujang.
Ujang mengatakan, jika Demokrat resmi gabung ke pemerintahan Jokowi maka akan kian memanaskan hubungan Jokowi dan PDIP.
"Kalau Demokrat masuk ke pemerintahan, artinya memang hubungan Jokowi dan PDIP anti-klimaks, hubungan tidak bagus, tidak baik.
Kita tahu bahwa antara Megawati dengan SBY belum terjadi rekonsiliasi," kata Ujang.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Prabowo Subianto
Gibran Rakabuming
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Amran Sulaiman
Jokowi
Ada 8 Tantangan, Alumni ITB Minta Prabowo-Gibran Fokus ke Persoalan Ekonomi |
![]() |
---|
Isu Raffi Ahmad Masuk Bursa Menteri Prabowo Tak Dibantah Gerindra, Prabowo Pernah Sebut Sebagai Staf |
![]() |
---|
Eks Dewan Pakar TPN: Parpol Pendukung Ganjar Mahfud Lebih Layak Masuk Pemerintahan Prabowo |
![]() |
---|
Pengamat Sarankan Prabowo Tempatkan Megawati, SBY dan Jokowi di DPA, Bukan Presidential Club |
![]() |
---|
Pengamat Soal Surya Paloh Sungkan Minta Jatah Menteri ke Prabowo: Tak Semua Perlu Eksplisit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.