Data Terbaru Gempa Ishikawa Jepang: 30 Orang Tewas, Seluruh Peringatan Tsunami Dicabut

Sebanyak 30 orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan saat gempa di Ishikawa, Jepang terjadi.

|
Yusuke FUKUHARA / Yomiuri Shimbun / AFP
Orang-orang berdiri di dekat retakan besar di trotoar setelah mengungsi ke jalan di kota Wajima, prefektur Ishikawa pada 1 Januari 2024, setelah gempa bumi besar berkekuatan 7,5 melanda wilayah Noto di prefektur Ishikawa pada sore hari. Gelombang tsunami setinggi lebih dari satu meter menghantam Jepang tengah pada tanggal 1 Januari setelah serangkaian gempa bumi dahsyat yang merusak rumah-rumah, menutup jalan raya dan mendorong pihak berwenang mendesak masyarakat untuk lari ke tempat yang lebih tinggi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sehari setelah gempa dahsyat mengguncang Jepang, jumlah korban mulai terdata.

Seperti diketahui, gempa magnitudo 7,6 terjadi di Jepang dengan titik pusat di Prefektur Ishikawa, wilayah Jepang Tengah, Senin (1/1/2024).

Karena titik gempa yang berada di pesisir, peringatan tsunami pun diumumkan.

Warga yang berada di seluruh pesisir wilayah Barat Daya Pulau Hoonshu diminta segera mengungsi ke tempat lebih tinggi.

Beberapa kota di Ishikawa terlanda tsunami. Kota Wajima melaporkan tsunami berukuran lebih dari 120 sentimeter dan Kanazawa mencatat gelombang setinggi 90 sentimeter.

Kini, badan Meteorologi Jepang telah mencabut seluruh peringatan tsunami, Selasa (2/4/2023).

Perusahaan penyiaran publik Jepang, NHK, melaporkan sebanyak 30 orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan saat gempa terjadi.

Namun jumlah tersebut masih bisa bertambah. Sebab proses evakuasi korban yang tertimpa bangunan ambruk masih terus dilakukan.

Pihak pemadam kebakaran menerima 50 laporan rumah roboh dan terdapat orang yang terjebak di dalamnya.

Pejabat di Kota Wajima, mengatakan gempa juga mengakibatkan kebakaran di pusat kota dan erusak lebih dari 50 toko serta rumah.

Sebanyak 100 orang dilaporkan sempat mengungsi di balai kota. 

Gempa sebesar magnitudo 7,6 tidak hanya mengguncang bumi Ishikawa, tapi juga derah sekitarnya.

Polisi di Kota Himi, Prefektur Toyama, mengatakan telah menerima laporan adanya retakan jalan di beberapa lokasi. Seorang pejabat kota di Oyabe menerima beberapa laporan tentang pipa air yang rusak.

WNI Rasakan Gempa

Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, mengungkapkan bahwa ada 1.315 warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Ishikiwa.

"Sebagai catatan terdapat 1.315 orang WNI di Prefektur Ishikawa. Gempa tersebut mengakibatkan tsunami setinggi kurang lebih lima meter di Ishikawa, dan setinggi 3 meter di Yamagata, Niigita, dan Toyama," tutur Heri dalam keterangan tertulis.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved