Data Terbaru Gempa Ishikawa Jepang: 30 Orang Tewas, Seluruh Peringatan Tsunami Dicabut

Sebanyak 30 orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan saat gempa di Ishikawa, Jepang terjadi.

|
Yusuke FUKUHARA / Yomiuri Shimbun / AFP
Orang-orang berdiri di dekat retakan besar di trotoar setelah mengungsi ke jalan di kota Wajima, prefektur Ishikawa pada 1 Januari 2024, setelah gempa bumi besar berkekuatan 7,5 melanda wilayah Noto di prefektur Ishikawa pada sore hari. Gelombang tsunami setinggi lebih dari satu meter menghantam Jepang tengah pada tanggal 1 Januari setelah serangkaian gempa bumi dahsyat yang merusak rumah-rumah, menutup jalan raya dan mendorong pihak berwenang mendesak masyarakat untuk lari ke tempat yang lebih tinggi. 

Kini, Heri mengungkapkan pihaknya masih terus berkoordinasi untuk mengetahui kondisi seribuan WNI itu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ada sekitar 20-an prefektur yang turut merasakan gempa bermagnitudo 7,6 tersebut.

"Gempa dirasakan di wilayah Prefektur Niigata, Toyama, dan Fukui, Nagano Tokyo, Gifu, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Aichi, Shizuoka, Mie, Shiga, Osaka, Kyoto, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita," ujarnya.

Seorang WNI bernama Hazumi membagikan kisahnya merasakan gempa dahsyat di Jepang itu,.

Saat gempa tejadi, Hazumi tengah berada di mal AEON di Kota Komatsu, Ishikawa.

Saat itu ia baru saja memesan makanan di foodhall.

"Saya lagi mau pesen makanan. Saya sendiri tapi lokasi foodhall ramai," tuturnya kepada Tribunnews.com.

Mal pun goyang, dan beberapa bagian atap yang berjatuhan. Saluran air juga ada yang bocor hingga airnya menyembur.

Hazumi merekam kondisi saat dan pascagempa. Ia mengunggahnya di media sosial seraya memberi gambaran parahnya gempa di awal tahun 2024 itu.

Hazumi mengaku tidak mengalami luka apapun.

Selamat dari mal, saat dia pulang, kamarnya sudah dalam kondisi berantakan.

"Kondisi setelah pulang dari tempat evakuasi, dapur dan wastafel kamar saya, barang semua berjatuhan," katanya.

Selain itu, dia mengaku masih kerap merasakan gempa susulan dan diprediksi bakal terjadi terus menerus hingga malam nanti.

"Beberapa kali juga masih terasa gempa susulan," ujarnya.

Lalu ketika ditanya, apakah sudah ada pihak KBRI Jepang untuk melakukan pendataan atau semacamnya, Hazumi menyebut upaya tersebut belum diketahuinya.

Dia hanya mengetahui pihak KBRI Tokyo dan KJRI Osaka sudah mengumumkan adanya hotline bagi pihak yang ingin mengetahui apakah anggota keluarganya.

"Kalau dari KBRI sejauh ini tindakannya baru sampai kasih info hotline saja. Kalau pasca gempa belum ada himbauan apa-apa," tuturnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved