Ahmad Sahroni Bakal Datangi Kantor Heru Budi Jika Polemik Kampung Bayam Tak Direspons dalam 2 Hari

Sahroni mengultimatum, jika dalam 2 x 24 jam atau 2 hari ke depan polemik ini masih belum direspons, maka akan menggeruduk balai kota

Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com
Bendahara Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Sahroni mengungkapkan penilaian dan prediksinya soal performa calon wakil presiden nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dalam Debat Pilpres 2024. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, untuk segera menyelesaikan polemik warga eks Kampung Bayam yang kini masih terlantar di Kampung Susun Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sahroni mengultimatum, jika dalam 2 x 24 jam atau 2 hari ke depan polemik ini masih belum direspons, pihaknya bersama warga akan mendatangi langsung Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu Heru Budi.

"Kita minta 2 x 24 jam musti direspons oleh Pak Pj Gubernur, Pak Heru, kalau enggak saya dan warga Kampung Bayam akan datangi ke kantor Gubernur langsung, untuk meminta pertanggungjawaban apa yang menjadi haknya masyarakat," kata Sahroni di Kampung Susun Bayam, Minggu (21/1/2024) sore.

Lebih lanjut, Sahroni juga turut mengingatkan Pj Gubernur Jakarta Heru Budi, terkait sikap Presiden Jokowi yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat.

Bahkan Sahroni menyebut presiden bisa marah jika permasalahan ini berlarut-larut.

"Hati-hati loh Pak Heru, kalau tetap tidak ada tindakan, tidak ada respon, saya yakin Pak Presiden bisa marah. Karena Pak Jokowi kan sangat pro kepada rakyat. Nah sementara yang sekarang bapak lakukan itu kebalikannya, merenggut hak rakyat," ucapnya.

Adapun dalam kunjungannya ke Kampung Susun Bayam hari ini, Ahmad Sahroni disambut tangisan warga yang meminta dicarikan solusi atas hak mereka menempati hunian yang berada di area Jakarta International Stadium (JIS) tersebut.

Isak tangis pecah saat puluhan warga mengutarakan keluh kesah mereka kepada Ahmad Sahroni di pelataran lantai dasar Kampung Susun Bayam.

Warga mengeluhkan kondisi mereka yang sudah berbulan-bulan belum mendapatkan serah terima kunci unit hunian secara resmi.

Warga juga mengungkapkan bahwa selama ini mereka harus tinggal tanpa listrik dan air di Kampung Susun Bayam.

Belum lagi pada Desember 2023 lalu, empat warga eks Kampung Bayam dilaporkan ke polisi karena dianggap melakukan penyerobotan.

Keluhan ini dilontarkan seorang ibu langsung kepada Ahmad Sahroni.

Ibu tersebut tak bisa menahan tangisannya tatkala membeberkan kondisi warga yang seperti tak dimanusiakan.

Sejumlah ibu-ibu warga eks Kampung Bayam lainnya tiba-tiba ikut menangis tersedu-sedu sambil berharap Sahroni bisa membantu mereka mendapatkan haknya yang belum terpenuhi.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved