Pilpres 2024
Gibran 4 Kali Sebut Tom Lembong saat Debat Cak Imin, Ternyata Think Tank Eks Penulis Pidato Jokowi
Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming menyebut-nyebut nama Tom Lembong, co-captain Timnas AMIN saat mendebat cawapres Cak Imin
TRIBUNJAKARTA.COM - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming menyebut-nyebut nama Tom Lembong, co-captain Timnas AMIN saat mendebat cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar.
Bukan sekali, putra Presiden Jokowi itu sampai empat kali menyebut Tom Lembong dalam forum debat Pilpres 2024 yang ke empat ini, Minggu (21/1/2024).
Pertama, Gibran menyebut nama Tom Lembong saat sesi awal tanya jawab antar cawapres dengan Muhaimin.
Pendamping capres Prabowo Subianto itu meledek Muhaimin yang mengulang jawabannya soal pemerataan pembangunan.
Gibran lantas menyebut Muhaimin tak paham dengan pertanyaannya sendiri karena diberi contekan oleh Tom Lembong.
Sebelumnya, pada sesi awal debat, Gibran sempat menyinggung Muhaimin yang menjawab pertanyaan dengan contekan.
"Mungkin Gus Muhaimin juga tidak paham dengan pertanyaan yang diberikan ke saya."
"Mungkin itu kan dapat contekan dari Pak Tom Lembong itu kan," kata Gibran.
Kemudian Gibran kembali menyebut nama Tom Lembong saat memberi pertanyaan ke Muhaimin.
Pada sesi kali ini, nama Tom Lembong disebut Gibran sampai tiga kali.
"Paslon nomor 1 dan tim suksesnya sering menggaungkan LFP, lithium ferrophosphate, saya enggak tahu ini pasangan nomor satu ini antinikel atau bagaimana, mohon dijelaskan."
Pertanyaan Gibran masih menyisakan waktu banyak.
Ia lalu melempar ke moderator dan mengatakan akan menggunakan waktu sisanya, jika Muhaimin merasa belum jelas dengan pertanyaannya.
"Bagaimana, Gus?"
Muhaimin pun meminta penjelasan.
"LFP, lithium ferrophosphate, tadi saya sudah bilang."
"Lithium ferrophosphate, itu sering digaungkan Pak Tom Lembong itu," kata Gibran menyinggung Tom Lembong.

Muhaimin pun menjawabnya dengan membahas etika, tanpa menyinggung LFP ataupun soal Tom Lembong sendiri.
Gibran lantas membalas dengan menyebut Muhaimin tidak paham dengan istilah yang sering disebutkan timsesnya sendiri.
Lagi-lagi Gibran mengulang nama Tom Lembong.
"Ini agak aneh ya, yang sering ngomongin LFP itu timsesnya, tapi cawapresnya gak paham LFP itu apa."
"Saya gak tahu ya, Pak Tom Lembong dan timsesnya sering gak diskusi dengan cawapresnya. masa cawapresnya gak paham, aneh lho."
"Saya jelaskan sekali lagi, lithium ferrophosphate itu alternatif dari nikel, intinya ada negara yang gak mau pakai nikel. Nah itu lho Gus yang saya maksud. Apakah Gus Muhaimin juga antinikel seperti Pak Tom Lembong," kata Gibran menutup tanggapannya.
Muhaimin lantas menanggapi dengan menyebut selama ini eksplorasi nikel dilakukan dengan ugal-ugalan.
"Kita mengorbankan lingkungan dan sosial kita, sekaligus keuntungan yang sangat terbatas bagi negara," kata Cak Imin, sapaan karib Muhaimin.
Siapa Tom Lembong
Tom Lembong sendiri bernam lengkap Thomas Trikasih Lembong.
Pria kelahiran 4 Maret 1971 itu lahir dari pasangan Yohanes Lembong (Ong Joe Gie), asal Manado dan Yetty Lembong asal Tuban.
Kini, Tom Lembong menjadi think tank atau pemikir di belakang pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), dengan jabatan co-captain Timnas AMIN.
Ekonom berambut klimis itu belakangan kerap muncul di TV ataupun platform wawancara lainnya mewakili AMIN.
Dia banyak bicara tentang kebijakan ekonomi AMIN di Pilpres 2024 in9.
Rupanya, sebelum berada di belakang Anies-Muhaimin, Tom Lembong sebelumnya adalah orang dekat Jokowi.
Dia juga menjadi think tank Jokowi, terutama pada periode pertama pemerintahannya sejak 2014.

Mengutip TribunNewsWiki, alumni arsitektur dan perancangan kota di Universitas Harvard (1994) itu dipercaya Presiden Jokowi intuk menjabat Menteri Perdagangan Indonesia pada 12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016.
Kemudian lewat reshuffle kabinet, ia digeser menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau kini dikenal Menteri Investasi.
Jabatan itu diemban sejak 27 Juli 2016 hingga 23 Oktober 2019.
Tom Lembong juga dikenal sebagai penulis pidato yang handal.
Ia bertanggung jawab atas beberapa pidato Presiden Jokowi yang sangat berkesan.
Di antaranya pidato "Game of Thrones" yang disampaikan pada pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali pada tahun 2018.
Selain itu, Tom juga merangkai pidato "Thanos" yang disampaikan Presiden Jokowi dalam Forum Ekonomi Dunia.
Setelah meninggalkan jabatan dalam pemerintahan, Thomas Lembong mendirikan Consilience Policy Institute yang resminya beroperasi di Singapura.
Lembaga itu bertujuan menjadi platform pemikir yang mendorong kebijakan ekonomi internasionalis dan reformis di Indonesia.
Pada bulan Agustus tahun 2021, Gubernur DKI Jakarta saat itu, yakni Anies Baswedan, mengangkat Thomas Lembong sebagai Ketua Dewan di PT Jaya Ancol.
PT Jaya Ancol merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Pemerintah Provinsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Tom kemudian menduduki posisi penting ini dalam badan usaha tersebut, membawa pengalaman serta wawasan yang luas dari kegiatan sebelumnya dalam lembaga pemikir dan pemerintahan.
Selain itu, Tom juga memiliki beberapa prestasi di antaranya Young Global Leader (YGL) oleh World Economic Forum di Davos yang diraih pada tahun 2008, Asia Society Australia-Victoria Distinguished Fellowship 2017.
Ada juga Order of Diplomatic Service Merit, First Class Second Grade (Gwanghwa Medal) - Korea Selatan yang diraih pada 8 Desember 2020.
Ada 8 Tantangan, Alumni ITB Minta Prabowo-Gibran Fokus ke Persoalan Ekonomi |
![]() |
---|
Isu Raffi Ahmad Masuk Bursa Menteri Prabowo Tak Dibantah Gerindra, Prabowo Pernah Sebut Sebagai Staf |
![]() |
---|
Eks Dewan Pakar TPN: Parpol Pendukung Ganjar Mahfud Lebih Layak Masuk Pemerintahan Prabowo |
![]() |
---|
Pengamat Sarankan Prabowo Tempatkan Megawati, SBY dan Jokowi di DPA, Bukan Presidential Club |
![]() |
---|
Pengamat Soal Surya Paloh Sungkan Minta Jatah Menteri ke Prabowo: Tak Semua Perlu Eksplisit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.