Tembok Roboh di Tebet

Polisi Telusuri Unsur Kelalaian Kasus Tembok SPBU Timpa Sekeluarga di Tebet

Jajaran Polsek Tebet, Jakarta Selatan mendalami unsur kelalaian pada kasus satu keluarga tertimpa tembok roboh di Tebet.

Tayang:
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra/TribunJakarta.com
Kapolsek Tebet Kompol Murodih saat memberi keterangan terkait kasus tembok SPBU yang roboh, Jakarta Selatan, Minggu (21/1/2024). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Jajaran Polsek Tebet, Jakarta Selatan mendalami unsur kelalaian pada kasus satu keluarga tertimpa tembok roboh di Jalan Tebet Barat Dalam II, RT 01/RW 03, Tebet Barat.

Korban yakni pasangan suami istri (Pasutri) Samedi Irianto (80) dan Thio Cin Nio (72), anak Ami Kusuma Dewi (30) yang tewas di lokasi kejadian, kemudian anak Dewi, Fabian (10) terluka.

Kapolsek Tebet Kompol Murodih mengatakan pihaknya masih mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk pihak pengelola SPBU.

Dari hasil pemeriksaan sementara, beberapa waktu sebelum kejadian pengelola SPBU sudah memiliki kekhawatiran terhadap kondisi tembok dan sempat melakukan pengecekan.

"Tadi saya tanyakan saat pengecekan kondisi seperti apa. Apa ada kemiringan atau ada apa. Dia bilang memang seperti ada ya mungkin di luar yang normal," kata Murodih, Minggu (21/1/2024).

Saat proses olah TKP Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Tebet pun mendapati kondisi sisa tembok yang masih berdiri dalam kondisi miring atau sudah tak kokoh.

Hal ini yang membuat jajaran Polsek Tebet mempertanyakan sejauh mana pengawasan pihak SPBU terhadap kondisi tembok tersebut, dan bagaimana penanganan dilakukan.

"Saya sampaikan (tanya) siapa bagian kontrol (SPBU). Kenapa kondisi seperti itu kok enggak disampaikan ke pimpinan. Kalau memang membahayakanlah dari orang yang ada di sekitar," ujarnya.

Murodih menuturkan pihaknya masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi-saksi untuk memastikan kronologis kasus dan ada atau tidaknya unsur kelalaian.

Termasuk menelusuri apakah sebelum kejadian ada pihak yang mengingatkan bahwa tembok sudah dalam kondisi miring sehingga membahayakan warga di sekitar lokasi.

"Sementara kalau kelalaian karena yang kita lihat kondisi tembok itu seperti itu ya. Kalau memang sudah diingatkan misalkan miring berarti kan itu suatu kelalaian. Harusnya diperbaiki," tuturnya.

Untuk sementara Polsek Tebet masih fokus membantu proses penyerahan jenazah ketiga korban dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat agar dapat dimakamkan pihak keluarga.

Sementara untuk Fabian yang kini sedang dirawat di RSUD Tebet karena luka diderita, menurut Murodih korban dalam kondisi stabil dan sudah ditangani dengan baik oleh tim medis.

"Kita sedang mengurus jenazah. Jenazah mau kita ambil dari rumah sakit, mau dimakamkan keluarga. Karena jenazah tiga orang ini harus segera dimakamkan," lanjut Murodih.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved