Ramadan 2024

Apa Itu Ngabuburit? Istilah Bahasa Sunda yang Populer Setiap Bulan Ramadan

Sering dengan istilah ngabuburit saat Ramadan? Berikut ini asal usul istilah Ramadan serta tradisi ngabuburit dari berbagai daerah.

|
Editor: Muji Lestari
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Suasana pasar Ramadan Benhil masih menjadi lokasi favorit warga untuk berbuka aneka makanan berbuka puasa. Berikut ini asal usul istilah ngabuburit yang populer setiap Ramadan 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ngabuburit kerap menjadi tradisi yang tak terlewatkan saat bulan Ramadan.

Baik anak-anak maupun orang dewasa, kerap turut memeriahkan aktivitas ngabuburit ini.

Biasanya, ngabuburit diisi dengan kegiatan jalan-jalan sore sambil berburu takjil untuk santapan berbuka puasa.

Tapi, pernahkah terpikir dari mana asal usul kata ngabuburit ini muncul?

Berikut ini asal usul ngabuburit yang identik dengan Ramadan.

Asal Usul Kata Ngabuburit

Populer di berbagai wilayah Indonesia, Istilah ngabuburit rupanya berasal dari bahasa Sunda.

Ketua Lembaga Budaya Sunda, Universitas Pasundan Bandung, Hawe Setiawan mengatakan, istilah ngabuburit berasal dari kata dasar burit yang berarti sore atau petang.

Kata dasar dalam bahasa Sunda itu mendapatkan awalan nga. Kemudian, terdapat repitisi kata bu dari burit, sehingga menjadi ngabuburit.

“Istilah ngabuburit itu memang istilah dari bahasa Sunda, berasal dari kata dasar burit, kalau dalam bahasa Indonesia berarti sore atau petang hari,” kata dia dikutip dari Kompas.com.

Hawe melanjutkan bahwa istilah ngabuburit merujuk pada kata kerja, yaitu melakukan kegiatan untuk mengisi waktu seraya menyongsong tibanya waktu sore.

Dalam konteks Ramadan, berarti melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu seraya menyongsong waktu berbuka puasa.

Pasar Takjil Rawamangun. Berikut rekomendasi tempat ngabuburit di Jakarta Timur
Pasar Takjil Rawamangun. Berikut rekomendasi tempat ngabuburit di Jakarta Timur (Tangkapan Layar Kompas.com)

Istilah ngabuburit ini, menurut Hawe, merupakan bentuk keunikan bahasa Sunda.

Sebab, dalam bahasa Sunda, kata keterangan waktu (dalam hal ini burit) bisa menjadi kata kerja setelah mendapatkan kata awalan (yaitu nga).

“Bahasa Sunda kosakatanya tidak begitu banyak, tapi variasinya hampir tidak terbatas. Maka, keunikan bahasa Sunda itu dari kata keterangan waktu, orang bisa membuat suatu kata kerja, yaitu dengan tambahan awal, seperti kata ngabuburit,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), kata ngabuburit berasal dari kalimat ngalantung ngadagoan burit.

Ngabuburit Jadi Istilah Nasional

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved