Dinkes DKI Catat 1.729 Kasus DBD, Terbanyak di Jakarta Barat
Dinkes DKI Jakarta mencatat, terdapat ribuan kasus aktif demam berdarah dengue (DBD) hingga siang pertengahan Maret 2024 ini.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat, terdapat ribuan kasus aktif demam berdarah dengue (DBD) hingga siang pertengahan Maret 2024 ini.
“Total kasus DBD di DKI Jakarta per 18 Maret 2024 mencapai 1.729 kasus,” ucap Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dikonfirmasi, Sabtu (23/3/2024).
Dari jumlah tersebut, kasus DBS terbanyak terdapat di wilayah Jakarta Barat dengan jumlah 562 kasus.
Kemudian, Jakarta Selatan menempati urutan kedua dengan 450 kasus.
Jakarta Timur berada di urutan ketiga dengan 395 kasus, Jakarta Utara 194 kasus, Jakarta Pusat 115 kasus, dan Kepulauan Seribu 13 kasus.
Ani pun memprediksi kasus ini bakal terus meningkat hingga Mei 2024 mendatang.
“Kami memperkirakan ini berdasarkan iklim. Jadi diperkirakan (kasus DBD) masih akan naik sampai Mei,” ujarnya.
Meski demikian, anak buah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono ini minta masyarakat tak khawatir dengan kondisi ini.
Ia pun menjamin seluruh fasilitas kesehatan di ibu kota siap menangani pasien DBD.
“Kapasitas rumah sakit masih oke, masih terkendali. Masih kami monitor semua dan masih terkendali,” tuturnya.
Kenali Gejala DBD
Ani Ruspitawati menyebut, masyarakat bisa mengenali sejak dini gejala yang dirasakan bila terjangkit DBD.
Biasanya penderita DBD ditandai dengan demam selama dua sampai tujuh hari yang disertai manifestasi pendarahan.
“Lalu, penurunan trombosit dan adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma (peningkatan hematokrit, asitesis, efusi pleura, hipoalbuminemia),” ujarnya.
Ani menambahkan, terdapat gejala lainnya yang juga dirasakan penderita DBD, seperti nyeri kepala, nyeri otot dan tulang, ruam kulit atau nyeri belakang bola mata.
Warga Keluhkan Penanganan DBD di Cengkareng Lambat, DPRD Minta Sudin Kesehatan Evaluasi |
![]() |
---|
Covid-19 Kembali Merebak, Gubernur Pramono: Itu Urusan Menteri Kesehatan |
![]() |
---|
Penyebaran TBC di Jakarta Cukup Tinggi, 274 RW Kini Berstatus Siaga |
![]() |
---|
Uji Coba RDF Rorotan Makan Korban, Belasan Warga Kena ISPA, Dinkes DKI: Sekarang Semua Sudah Sembuh |
![]() |
---|
Waspada! Ada 1.416 Kasus DBD di Jakarta, Terbanyak di Jakarta Barat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.