Viral di Media Sosial

Disnakertransgi DKI Respons Kasus Kafe Bukanagara yang Nunggak Gaji, Minta Karyawan Bikin Laporan

Disnakertransgi Provinsi DKI Jakarta merespons soal keriuhan yang terjadi di jagat media sosial soal gaji karyawan Bukanagara yang tak dibayar.

Tayang:
Kolase TribunJakarta
Bukanagara Coffee, Sosok pemiliknya Willawati dan ilustrasi gaji 

TRIBUNJAKARTA.COM - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta merespons soal keriuhan yang terjadi di jagat media sosial soal gaji karyawan Bukanagara Coffee & Roastery yang tak dibayar. 

Pihak Disnakertrans DKI Jakarta telah menghubungi akun @japoota di X (dulu Twitter), yang pertama kali menumpahkan keluhan para karyawan tersebut. 

Akun @japoota diminta untuk membikin laporan melalui kanal resmi Disnakertrans DKI. 

"Kami sudah hubungi akun japoota. Sudah kami arahkan untuk buat laporan melalui kanal resmi kami (aplikasi JAKI atau datang langsung ke Sudinaker Jakarta Selatan)," ujar akun resmi @jakpreneur.dtkte setelah dikonfirmasi TribunJakarta.com pada Rabu (8/5/2024). 

Pelapor datang dengan menyertakan bukti hubungan kerja seperti PKWT atau PKWTT (copy), Bukti Pembayaran Upah (Slip Gaji/Bukti Transfer Gaji (Copy)). 

Viral di media sosial

Bukanagara Coffee & Roastery yang berlokasi di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tengah menjadi sorotan publik. 

Pasalnya, pemilik kafe tersebut diduga menunggak pembayaran gaji terhadap karyawannya. 

Salah satu akun @japoota di X (dulu Twitter) menumpahkan keluhannya terhadap nasib karyawan yang merana. 

Ia mewakili suara jeritan para karyawan di kafe tersebut dengan menuliskan cuitan di X soal gaji yang tak kunjung dibayar. 

"Bagus sih.."

"Tapi percuma karena karyawannya digaji telat selama berbulan-bulan dan dicicil terus sampai numpuk gajinya."

"Karyawannya udah bela-belain masuk sampai ongkos habis dan duit bertahan hidupnya habis, keringet udah keburu kering tapi gajipun enggak dibayar lunas," tulisnya.

Akun tersebut mengklaim bahwa kasus ini menimpa temannya yang bekerja di kafe tersebut. 

"Ini bukan kasusku tapi kasus temenku. Aku selalu coba bantu dia karena dia bener-bener udah terseok-seok banget. Sampai pinjol, ongkos abis, enggak ada uang buat makan, sampai sakit karena stres."

"Akupun dulu sering banget ke sana dan akrab sama pekerjanya, dengerin mereka ngeluh jadinya tahu susahnya mereka," tulisnya. 

Sosok pemilik

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved