Persija Jakarta

PERSIJA Masih Dihukum FIFA, Rival Liga 1 Gercep Bayar Haknya: 3 Kerugian Ini Hantui Macan Kemayoran

Persija Jakarta kalah cepat dengan tim rivalnya di Liga 1 yakni PSS Sleman dalam urusan penyelesaian sanksi dari FIFA.

|
Editor: Wahyu Septiana
PT Liga Indonesia Baru
Skuad Persija Jakarta di kompetisi Liga 1 2023/2024. Persija Jakarta kalah cepat dengan tim rivalnya di Liga 1 yakni PSS Sleman dalam urusan penyelesaian sanksi dari FIFA. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta kalah cepat dengan tim rivalnya di Liga 1 yakni PSS Sleman dalam urusan penyelesaian sanksi dari FIFA.

Persija Jakarta masih mendapatkan dua sanksi dari FIFA terkait dilarang melakukan aktivitas transfer selama tiga tahun.

kasus tersebut masih belum diselesaikan oleh manajemen Persija Jakarta.

Hingga saat ini, sanksi dari FIFA tersebut masih melekat kepada tim berjuluk Macan Kemayoran.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tim rival Persija Jakarta yakni PSS Sleman yang buru-buru menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sebelumnya, PSS Sleman dihukum FIFA larangan melakukan transfer pemain selama tiga periode sejak 6 April lalu.

Hukuman itu membuat tim Super Elja tidak bisa merekrut pemain baru dan hanya bisa memperpanjang kontrak.

Dari rilis di laman FIFA, tidak disebutkan alasan diberikan registration ban kepada PSS.

Direktur PT PSS, Gusti Randa menjelaskan, bahwa masalah tersebut sudah mereka selesaikan.

Terutama terkait pembayaran pemain yang sempat membuat PSS dikenakan hukuman.

"PSS telah menyelesaikan apa yang menjadi akar permasalah tentang larangan transfer tersebut," kata Gusti Randa dalam keterangan tertulisnya.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Sekaligus Lawyer Kasus yang Menjerat Marko Simic, Gusti Randa, menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Sultan, Jakarta.
Gusti Randa, menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Sultan, Jakarta. (MUHAMMAD ROBBANI/BOLASPORT.COM)

"Kami telah membayar apa yang memang harus diselesaikan dan oleh karena itu proses mengenai larangan transfer telah ditutup," sambungnya.

Gusti Randa menjelaskan, sanksi dari FIFA didapatkan karena terdapat kesalahan komunikasi terkait hal tersebut.

Mereka menegaskan bahwa tim Super Elja tidak pernah menunda pembayaran gaji.

Namun, hal ini sudah diselesaikan dengan baik oleh PSS Sleman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved