Sama-sama Dilaksanakan di Mekkah, Ini Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah yang Muslim Perlu Diketahui

Haji dan umrah, adalah ibadah yang sama-sama dilaksanakan di Tanah Suci Mekkah. Kira-kira Apa perbedaannya?

Tayang:
Editor: Muji Lestari
ThinkStock via Kompas
Kabah di Mekkah. Haji dan umrah, adalah ibadah yang sama-sama dilaksanakan di Tanah Suci Mekkah. Apa perbedaannya? 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Meski sama-sama dilakukan di Mekkah, ketahui perbedaan ibadah haji dan umrah.

Meski begitu ada perbedaan antara ibadah haji dan umrah.

Ibadah haji hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja yakni mulai pada awal bulan Syawal sampai subuhnya hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Hal ini berbeda dengan ibadah umrah. Umrah merupakan ibadah sunnah yang dapat dilakukan kapan saja di luar musim haji.

Perbedaan pelaksanaan antara ibadah haji dan umrah, juga tercantum dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Berdasarkan undang-undang tersebut, dijelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam dapat mendaftar sebagai jemaah haji dengan syarat sebagai berikut :

  • Berusia paling rendah 18 tahun atau sudah menikah
  • Memenuhi persyaratan kesehatan
  • melunasi Bipih
  • Belum pernah menunaikan Ibadah Haji atau sudah pernah menunaikan Ibadah Haji paling
    singkat 10 tahun sejak menunaikan Ibadah Haji yang terakhir.

Sementara bagi mereka yang akan menjalankan ibadah umrah, harus memenuhi persyaratan berupa :

  • Beragama Islam
  • Memiliki paspor yang masih berlaku paling singkat 6 bulan dari tanggal pemberangkatan
  • Memiliki tiket pesawat tujuan Arab Saudi yang sudah jelas tanggal keberangkatan dan kepulangannya
  • Memiliki surat keterangan sehat dari dokter
  • Memiliki visa serta tanda bukti akomodasi dan transportasi dari PPIU.

Selain itu, dilansir dari berbagai sumber berikut perbedaan antara haji dan umrah juga terletak pada rukun ibadah tersebut.

jemaah haji Indonesia
jemaah haji Indonesia (Tribunnews/Bahaudin/MCH2019)

Rukun Haji

Ada lima rukun haji yang wajib dilakukan, diantaranya yaitu:

1. Niat ihram

Dalam ibadah umrah dan haji, ihram merupakan istilah yang digunakan untuk memanjatkan niat beribadah.

Dimulai dengan penggunaan pakaian ihram khusus. Untuk pria pakaian ihram berwarna putih tanpa jahitan dan tidak diperbolehkan menutup bagian kepala. Sedangkan untuk wanita dapat menggunakan pakaian muslim apa saja yang menutup aurat dan tidak menutup muka dan kaos tangan.

Kemudian melafalkan niat ibadah umrah atau hajidi Miqat yang sudah ditentukan. Berikut ini lokasi Miqat yang telah ditentukan bagi peserta haji dan umrah, di antaranya:.

  • Bir Ali (Zulhulaifah), diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari arah Madinah
  • Yalamlam, diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari arah Yaman
  • Qarnul Manazil, diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari Mekah ke Malaysia. Para jamaah ini wajib melafalkan niat ihram sebelum pesawat Qarnul Manazril
  • Al-Juhfah, diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari arah Mesir, Syam, Tunisia, Lubnan, Jordan, hingga Palestina
  • Zatu Irqin, diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari arah Iraq

Khusus untuk jamaah asal Indonesia umumnya melafalkan niat ihram di Bir Ali. Setelah melafalkan niat maka Anda wajib mematuhi seluruh rangkaian umrah termasuk larangan-larangan selama beribadah.

2. Wuquf di Arafah

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved