Pilkada DKI 2024

Profil 4 Jenderal Panaskan Pilkada Jakarta 2024, Prestasi Sama-sama Kuat

Empat jenderal purnawirawan memanaskan pertarungan Pilkada Jakarta 2024. Prestasinya sama-sama kuat. Simak profilnya.

Tayang: | Diperbarui:
Kolase Foto Tribun Jakarta
Kolase Foto Andika Perkasa, Dudung Abdurachman, Dharma Pongrekun, Achmad Sajili. Empat jenderal purnawirawan memanaskan pertarungan Pilkada Jakarta 2024. Prestasinya sama-sama kuat. Simak profilnya. 

Achmad Sajili juga sempat menjabat sebagai Ketua Tim Kemenkopolhukam Asdep Koordinasi Doktrin dan Pertahanan.

Ketua Desk Pilkada Jakarta PSI, Justin Adrian Untayana. menilai bahwa Sajili juga memiliki pengalaman dalam penanganan konflik etnis, bencana alam dan sebagainya.

"Bapak Sajili ini ada pengalaman penanganan konflik etnis juga, kita membutuhkan pemimpin yang menjujung tinggi plurarisme, selain itu juga transparansi anggaran dan pembangunan dengan efisiensi anggaran itu sendiri," kata Justin pada Rabu (29/5/2024).

Sajili sempat bicara soal politik identitas saat mendaftar sebagai bakal calon gubernur di Pilkada 2024 yang dibuka Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Jenderal bintang dua ini menyebut, kesamaan visi-misi terkait politik identitas ini yang mendorongnya untuk mengikuti penjaringan bakal Cagub Jakarta yang dibuka partai berlogo mawar merah tersebut.

“Saya melihat PSI ini sama dengan visi dan misi saya, yaitu punya hak prerogatif, anti-korupsi, dan anti-intoleransi,” ucap Sajili saat di kantor DPW PSI DKI Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Jenderal Ikut Pilkada Jakarta Bukan Hal Baru

Sementara itu, pengamat militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting mengungkapkan pensiunan jenderal memimpin Jakarta bukan hal baru.

Bahkan, sejak era Presiden Sukarno, Gubernur di Jakarta sudah diemban oleh jenderal aktif.

"Dulu kan sebenarnya diusulkan Gubernur Jakarta setingkat menteri. Dan itu sudah dilakukan di era Sukarno, Soemarno Sosroatmodjo (periode 1960-1966) dia merangkap menteri Gubernur Jakarta," kata Ginting saat dihubungi, Kamis (30/5/2024).

Hal itu, kemudian terus berlanjut ke era Orde Baru hingga awal Reformasi dimana Jakarta dipimpin oleh Sutiyoso.

"Itu praktis sejak era presiden Soeharto memimpin dimulai dari Ali Sadikin kemudian terus terakhir Sutiyoso semuanya Letjen," kata Ginting.

Bahkan, di era Pilkada langsung yang dimulai di tahun 2007, dalam pelaksanaannya selalu ada calon yang berasal dari pensiunan TNI maupun Polri.

Di Pilkada Jakarta 2007, ada nama Adang Daradjatun yang merupakan mantan Wakapolri.

Kemudian di Pilkada Jakarta 2012 ada nama Mayjen (Purn) Nachrowi Ramli, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji dan Letjen (Mar) (Purn) Nono Sampono.

Kemudian, di Pilkada 2017 juga ada nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang baru saja mundur dari karirnya di militer.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved