Parenting
Apakah Abon Daging Aman untuk MPASI Anak? Begini Kata Ahli Pangan
Abon daging kerap menjadi pilihan orangtua untuk mengenalkan tektur makanan sebagai MPASI anak, tapi apakah abon aman dijadikan MPASI?
TRIBUNJAKARTA.COM - Abon mungkin menjadi pilhan sebagian orangtua untuk MPASI dan mengenalkan tekstur makanan pada anak, tapi apakah memberikan abon aman untuk anak?
Belakangan banyak bermunculan produk abon baik yang terbuat dari daging sapi maupun ayam. Tapi perlu diingat, tidak semua abon cocok diberikan pada anak, khususnya balita.
Melansir Instagram @anakpanganindonesia, seorang Ahli Pangan Erwin Setiawan memberikan ulasan mengenai jenis abon yang aman untuk anak.
Abon yang Aman untuk Anak
Mengingat yang mengonsumsi adalah anak-anak, tidak sembarangan abon bisa diberikan begitu saja.
Terlebih jika abon bertekstur kasar, sebaiknya abon yang diberikan bertekstur halus agar mudah dikunyah dan tidak membuat anak tersedak.
"Kenapa tekstur harus halus? Soalnya, kalau tekstur tidak halus dikhawatirnya ketika diberikan pada anak, anak akan tersedak," terang Erwin.
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan tidak ada larangan memberikan abon untuk makanan anak. Namun pastikan teksturnya halus, dan bahan tambahan pada abon tidak berlebihan.
"Abon tuh boleh dikonsumsi untuk anak atau bayi, tapi pastikan teksturnya halus dan kandungan bahan tambahan pangan seperti gula dan natrium jangan berlebih," kata Erwin.
Berikut beberapa kriteria abon yang cocok untuk dikonsumsi untuk anak-anak:
- Terbuat dari daging asli
- Tekstur halus
- Tanpa bahan pengawet
- Tidak mengandung msg yang berlebihan
- Tidak Mengandung gula dan natrium berlebihan
Jangan Jadikan Andalan
Terpisah, dokter anak dan konselor Laktasi dr Witarni Pambudi mengatakan, abon boleh diberikan kepada bayi sebagai variasi makanan pendampin ASI.
Namun, jangan sampai menjadikan abon sebagai makanan utama.
Tetap utamakan memberi bayi real food atau MPASI yang terbuat dari bahan segar dan bervariasi.
Jangan jadikan abon andalan atau terus-terusan memberikannya kepada bayi setiap hari.
“Kembali ke pertanyaan awal, MPASI lauk abon boleh tidak? Jawabnya boleh, tapi memang bukan menu terbaik,” kata Wiyarni.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
| Beberapa Faktor yang Perlu Diperhatikan Saat Menentukan Sekolah Anak, Sesuaikan dengan Kemampuan |
|
|---|
| 7 Faktor Sebelum Memilih Sekolah Anak, Jangan Langsung Menentukan Ya Mama Papa! |
|
|---|
| Mama Papa Semangat Ya! Simak Penyebab dan Cara Mengatasi Anak yang Susah Makan |
|
|---|
| Mama Papa Jangan Panik Dulu, Catat 3 Cara Orangtua Bersikap Saat Anak Jadi Korban Pelecehan |
|
|---|
| 11 Cara Mengatasi Anak yang Susah Makan, Biasakan Makan Sebelum Terlalu Lapar! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Amankah-memberikan-abon-untuk-MPASI-anak.jpg)