Walhi Semprot Heru Budi Karena Wajarkan Polusi Udara Jakarta: 'Ini Statement Berbahaya'

Walhi bereaksi keras terhadap pernyataan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono soal masalah polusi udara.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono saat ditemui di Rumah Pompa Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (29/2/2024). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bereaksi keras terhadap pernyataan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono soal masalah polusi udara.

Pernyataan Heru yang justru membandingkan masalah polusi udara di Jakarta dengan kota-kota lain di dunia dinilai tak pantas diucapkan oleh seorang pemimpin.

“Ini statement berbahaya dan tidak patut diucapkan pemimpin kota,” ucap Ketua Kampanye Walhi DKI Jakarta, Muhammad Aminullah saat dikonfirmasi, Kamis (20/6/2024).

Menurutnya, pernyataan Heru Budi ini justru menunjukkan minimnya visi-misi yang dimiliki eks Wali Kota Jakarta Utara dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan di ibu kota.

Sebab, Heru justru sibuk mencari pembenaran dengan membandingkan permasalahan di Jakarta dengan kota-kota lain di dunia.

“Ini menunjukkan Heru tidak memiliki visi menjadikan Jakarta lebih baik dari kota-kota lain di dunia dalam hal penanganan polusi udara,” ujarnya.

Ia pun menilai, masalah polusi udara yang kini tengah dialami Jakarta murni karena ketidakbecusan Heru memimpin Jakarta.

“Sebaiknya tidak perlu melindungi ketidakbecusan mengelola tata kota dengan membawa kejadian di negara-negara lain,” tuturnya.

“Ini murni persoalan tata kelola di Jakarta yang dipimpin Heru,” tambahnya menjelaskan.

Aminullah menyebut, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Heru Budi saat ini hanya sibuk menyelesaikan masalah di hilir.

Salah satu yang disorot ialah kebijakan pemasangan alat water mist di gedung-gedung tinggi di Jakarta.

Sedangkan, akar permasalahan polusi udara di Jakarta tak kunjung dapat diselesaikan Heru Budi cs.

“Kondisi ini menunjukkan belum adanya perubahan signifikan dari penanganan solusi udara di Jakarta. Jika dilihat dari yang sudah dilakukan memang akan begitu hasilnya,” tuturnya.

“Akar persoalan polusi udara belum diatasi sepenuhnya, seperti transportasi, pembangkita listrik, industri, dimana belum ada perubahan signifikan dari sektor-sektor tersebut,” sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved