Kalimat Kekecewaan Publik Buat Hakim yang Bebaskan Ronald Tannur Pembunuh Dini: Katanya Wakil Tuhan?
Tak hanya ada karangan bunga, di depan Pengadilan Negeri Surabaya juga sempat berlangsung aksi unjuk rasa.
TRIBUNJAKARTA.COM - Kalimat-kalimat kekecewaan publik dalam karangan bunga berjejer di depan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas putusan vonis hakim membebaskan Ronald Tannur, terdakwa pembunuh kekasihnya, Dini Sera Afrianti.
Kalimat tersebut merupakan bentuk kritik keras publik pada keputusan hakim tersebut.
Tak hanya ada karangan bunga, di depan Pengadilan Negeri Surabaya juga sempat berlangsung aksi unjuk rasa dari aliansi buruh hingga masyarakat yang menyuarakan #JusticeforDiniSera.
Ronald Tannur merupakan anak dari mantan anggota DPR RI, Edward Tannur.
Ronald Tannur menganiaya kekasihnya yang merupakan seorang janda beranak satu tersebut sampai meninggal dunia.
Dituntut hukuman 12 tahun penjara, Ronald Tannur akhirnya divonis bebas oleh hakim.
Alasannya, karena hakim PN Surabaya menilai tidak ada bukti yang meyakinkan terkait penganiayan Ronald terhadap Dini hingga tewas.
Putusan itu membuat publik merasa geram.
Kekecewaan itupun terlihat dari karang-karangan bunga yang dikirim publik.
Berikut kata-kata sindiran publik yang dituliskan di karangan bunga yang dirangkum TribunJakarta.com:
'Turut Berduka Cita Atas Matinya Rasa Keadilan #JusticeforDiniSera' dari PDIP Surabaya
Rajin ke spa biar nggak masuk angin, pak. Ke karaoke biar suara lantang baca vonis dari Member Spa dan Karaoke
Pakai gincu, pergi ke pasar. Vonismu lucu, lagi lapar dari Pahlawan Kebenaran
Ayo kene anake sampean tak hajar terus tak gowo nang RS. Tapi aku bebasno yo (coba sekarang anakmu aku hajar terus aku bawa ke RS. Tapi aku bebasin ya) dari Preman Ra Tatoan
"Sebelum Sidang Minum Masuk Angin Pak Hakim, Biar Tidak Masuk Angin"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Diniiiiiiiii.jpg)