Parenting
9 Tanda Anak Jadi Korban Kekerasan, Orangtua Tidak Boleh Lengah
Dikutip dari Boldsky.com, simak beberapa tanda anak menjadi korban kekerasan.
TRIBUNJAKARTA.COM - Setidaknya ada 9 tanda seorang anak mengalami kekerasan, salah satunya sering menangis tanpa sebab.
Kemarin sedang heboh seorang wanita bernama Meita Irianty menganiaya dua anak di daycare miliknya.
Korban berusia 2 tahun dan 9 bulan.
Korban berusa 2 tahun mengalami trauma dan memar-memar, korban bayi diduga dislokasi tulang kaki.
Kasus tersebut viral di media sosial dan membuat banyak orangtua khawatir akan anak-anaknya.
Dikutip dari Boldsky.com, simak beberapa tanda anak menjadi korban kekerasan:
1. Anak menghindari orang tertentu
Orangtua perlu bertanya-tanya ketika anak bersikeras menghindar dari orang tertentu tanpa alasan yang jelas. Itu merupakan isyarat pertama yang ditunjukkan oleh anak.

2. Sering menangis tanpa alasan
Anak selalu menangis ketika dibawa ke tempat penitipan anak, rumah teman Anda, sekolah, atau suatu tempat lainnya.
Ia pun bisa menjadi lebih rewel dibanding biasanya. Orangtua harus segera mengajak bicara anak dan menanyakan apa yang terjadi.
3. Tubuh memar
Jangan anggap sepele ketika Anda menemukan tubuh anak memar ketika pulang ke rumah.
Memar merupakan tanda kekerasan yang mudah dikenali.
4. Perilaku berubah
Anak yang tadinya ceria, lemah lembut, kemudian berubah menjadi pemarah, tidak peduli, agresivitas, perlu Anda curigai mengalami kekerasan.
5. Menyendiri
Anda juga perlu curiga jika anak tiba-tiba ingin selalu sendirian dan terlihat menyembunyikan sesuatu.
Kekerasan bisa membuat anak menjadi lebih takut bertemu orang lain.
6. Gejala aneh
Anak yang mengalami kekerasan juga bisa mengalami perubahan kebiasaan, seperti susah tidur, hilang napsu makan, hingga menjadi terlalu protektif terhadap anak-anak di sekitarnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.