Pilkada DKI 2024
PKS Tanggapi Voice Note Anies Soal Tenggat Waktu Koalisi, Singgung Pengorbanan Pilkada 2017
Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Khoirudin menanggapi voice note atau rekaman suara yang dikirimkan Anies Baswedan kepadanya.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
"Tetapi sampai melewati tanggal 4 Agustus ketika PIC dari PKS menanyakan hasil perjuangan Pak Anies untuk mendapatkan kepastian dari NasDem dan atau PKB untuk mencalonkan Pak Anies, ternyata Pak Anies belum bisa mendapatkan kepastian," ujar Khoirudin.
Sementara dari pimpinan NasDem dan PKB, telah menyampaikan pernyataan terbuka yang mudah dipahami bahwa mereka tidak jadi memberi dukungan untuk Anies berlayar di Jakarta.
"Dari pimpinan Nasdem, Pak Sahroni dan PKB Pak Jazilul Fawaid justru pada akhir Juli dan awal Agustus malah menyampaikan pernyataan terbuka yang mudah dipahami bahwa mereka tidak jadi, tidak melanjutkan dukungan pada Pak Anies sebagai calon gubernur di Jakarta," kata Khoirudin.
Tak hanya itu, Khoirudin juga telah mengajak Anies untuk bergabung menjadi kader PKS agar lebih mudah bisa berlayar di Pilkada Jakarta.
"Saya Khoirudin pernah sampaikan langsung ke Pak Anies agar kalau tidak menerima Pak Sohibul Iman maka Pak Anies bisa mengenakan jaket putih masuk sebagai kader PKS.
Jadi nanti sebagai calon gubernur dari PKS sehingga bisa mengambil calon wakil gubernur dari luar PKS," kata Khoirudin.
Namun saat itu Anies menolak ajakan tersebut.
"Tetapi waktu itu Pak Anies tidak menyambut positif ajakan tersebut malah menyampaikan keinginan Pak Anies untuk netral," kata Khoirudin.
Singgung Pengorbanan Pilkada 2017
Dalam tanggapannya itu, Khoirudin juga menyinggung mengenai pengorbanan PKS yang begitu besar kepada Anies, baik di Pilkada Jakarta 2017 hingga Pilpres 2024.
"Pak Anies tentu masih ingat bahwa demi mencalonkan Pak Anies sebagai Calon Gubernur dalam Pilgub di Jakarta tahun 2017, PKS rela berkorban dengan menarik pencalonan kader utamanya yaitu Pak Mardani Ali Sera.
Bahkan ketika Pak Sandiaga Uno mundur dari Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi cawapres dan menyatakan bahwa Wakil Gubernur Jakarta menjadi jatah PKS dan ketika PKS tidak juga mendapatkan haknya itu, PKS tetap menjadi kawan Pak Anies hingga selesai Husnul Khotimah sebagai Gubernur Jakarta dan bahkan mengusung sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024 bersama NasDem dan PKB," ujar Khoirudin.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
| Rencana Pram-Rano Bangun Rusun di Atas Sekolah hingga Kantor Pemerintahan |
|
|---|
| Megawati Beberkan Siasatnya Menangkan Pilkada Jakarta 2024 dengan Pram-Rano: 'Gua Tunjukin Silatnya' |
|
|---|
| Tak Masuk Tim Transisi Pram-Rano, Anies dan Ahok Bakal Tetap Dilibatkan Dalam Transisi Kepemimpinan |
|
|---|
| Pramono Anung Cium 3 Kali Tangan Megawati, Kemenangan Pilkada Jakarta Disorot di HUT PDIP |
|
|---|
| Bukan di Tim Transisi, Pramono-Rano Bakal Jadikan Mantan Gubernur Jakarta Sebagai Konsultan |
|
|---|