Amankah Bila Ibu Hamil Bepergian Naik Pesawat? Begini Kata Dokter
Ibu hamil aman bila bepergian naik pesawat asalkan kondisinya sehat. Begini penjelasan dokter spesialis.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM - Bagi ibu hamil, bepergian dengan pesawat menjadi hal yang mengkhawatirkan.
Banyak anggapan, melakukan perjalanan dengan pesawat bisa membahayakan bagi ibu hamil juga bayinya.
Terlebih, apabila perjalanan tersebut dilakukan selama berjam-jam bahkan seharian. Apa benar?
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Subspesialis Kedokteran Fetomaternal, RS Pondok Indah-Puri Indah, Better Versi Paniroi pun menjelaskan mengenai hal ini.
Ia mengatakan, pada dasarnya ibu hamil boleh-boleh saja melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.
Kata dr Better, tidak ada larangan khusus bagi ibu hamil yang ingin naik pesawat terbang asalkan ia dan bayi yang dikandungnya dalam kondisi sehat.
"Naik pesawat prinsipnya aman, yang dikhawatirkan sebenernya rules dari pesawat itu di 32 atau 33 minggu, tergantung pesawat. Beberapa pesawat memperbolehkan 36, 37, 38 minggu tapi dapat surat dokter," kata dr Better, ditemui usai jumpa media bersama Rumah Sakit Pondok Indah, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2024).
Biasanya aturan mengenai penerbangan bagi ibu hamil diatur oleh masing-masing maskapai.
Berbeda maskapai, bisa jadi berbeda pula aturan yang diterapkan.
Beberapa maskapai mungkin tidak memperbolehkan ibu pada masa kehamilan trimester ketiga untuk melakukan penerbangan.
Hal ini dikarenakan kehamilan pada usia di atas 34 minggu memiliki potensi kelahiran yang sudah cukup tinggi.
"yang dikhawatirkan sebenernya kelahiran di pesawat aja sebenernya kalau sudah masuk trimester akhir," bebernya.
Walau demikian, ia pun menyebut bahwa ibu hamil yang hendak melakukan perjalanan dengan pesawat sebaiknya menyesuaikan dengan kondisi.
Penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum melakukan perjalanan.
Biasanya apabila ada indikasi khusus, dokter mungkin tidak menganjurkan ibu hamil untuk melakukan penerbangan.
Beberapa maskapai juga memerlukan surat persetujuan dokter bagi ibu hamil yang hendak melakukan perjalanan.
"(Larangan) gak ada. Kecuali dia punya penyakit spesifik tertentu, yang dikhawatirkan cuma satu, lahir di pesawat, itu doang,"
"Karena udah di atas 34 minggu itu secara teori potensi untuk lahir itu juga tinggi, 10-20 persen. tapi kalau dokternya bisa make sure ini gak akan lahir nih dalam waktu sehari, gakpapa. Jadi dokternya harus memastikan (kondisi ibu hamil)," bebernya.
Fakta air kelapa bisa bikin bayi lahir bersih
Sementara itu, ada banyak informasi berkembang di masyarakat seputar kehamilan.
Salah satunya, banyak orang percaya bila ibu hamil rutin mengkonsumsi air kelapa, bisa membuat bayi terlahir dalam kondisi kulit yang bersih. Apakah benar demikian?
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Subspesialis Kedokteran Fetomaternal, RS Pondok Indah-Puri Indah, Better Versi Paniroi pun menjelaskan faktanya.
Rutin mengkonsumsi air kelapa bagi ibu hamil bisa membuat bayi memiliki kulit yang bersih ternyata hanya mitos belaka.
Faktanya, mengkonsumsi air kelapa memang punya banyak manfaat bagi ibu hamil.
Walau demikian, bukan berarti hal tersebut bisa membuat bayi terlahir dengan kulit yang bersih.
"Secara penelitian itu gak ada. Tapi memang air kelapa itu sangat bagus, karena mineralnya bagus, karbohidrat yang ada juga karbohidrat alami, (manfaat baik) selama diminum langsung dari kelapanya," kata dr Better, dalam acara jumpa media bersama RS Pondok Indah, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2024).
Terlepas dari mitos tersebut, ia pun menyebut air kelapa baik diminum oleh ibu hamil dengan catatan dikonsumsi secara murni atau tanpa campuran es dan gula berlebih.
Dikatakan, air kelapa memiliki beberapa kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi ibu hamil. Diantaranya seperti karbohidrat alami, mineral, dan juga elektrolit yang tinggi.
Selain itu, mengkonsumsi air kelapa juga bisa membantu ibu hamil memenuhi cairan yang dibutuhkan oleh tubuh mereka.
"Hidrasi tuh penting. Air ketuban, itu sumbernya dari cairan ibu," bebernya.
Ia pun menyebut, apabila bayi terlahir dengan kondisi kulit yang terkesan berlemak, orangtua seharusnya tak perlu khawatir.
Menurut dr Better, hal tersebut lumrah terjadi pada proses kelahiran.
"Kalau kulitnya terkesan berlemak, itu juga bagus karena lemak melindungi kulit. Jdi sebenarnya gak ada definisi bersih, karena kadang awam maksudnya bersih itu, putih bersih,"
"Tapi kalau berlemak gapapa, itu kan bagus. Justru lemak memproteksi dia juga. (Melindungi) biar gak dingin juga (saat bayi lahir) Karena lemak itu sebagai hit protektor. Jadi dia membatasi kulit biar penguapannya gak banyak," bebernya.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-pesawat-terbang-di-angkasa.jpg)