Kunjungan Paus Fransiskus

Pasukan Elite Garda Swiss Akan Kawal Paus Fransiskus di Indonesia, Dikenal Sangat Tangguh & Loyal

- Layaknya presiden yang dikawal paspampres, Paus Fransiskus memiliki pasukan elite bernama Garda Swiss. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Layaknya presiden yang dikawal paspampres, Paus Fransiskus memiliki pasukan elite bernama Garda Swiss

Garda Swiss merupakan korps tentara Swiss yang bertanggung jawab atas keselamatan Sri Paus. 

Relasi antara Garda Swiss dengan Sri Paus sudah terjalin sejak sangat lama. 

Awalnya Paus Julius II (menjabat 1503-1513) mengundang penyedia jasa tentara bayaran dari Swiss. 

Paus Julius II memilih tentara Swiss lantaran reputasi mereka sebagai pasukan yang tangguh, pemberani, bermartabat tinggi, dan memiliki sifat loyal atau setia terhadap pengguna jasanya. 

Kualitas pasukan asal Swiss sudah terkenal sejak era sebelum Masehi, jauh sebelum Paus Fransiskus II mengungan mereka datang ke Kota Vatikan. 

Dari suku Helvetia

Menurut catatan sejarah, nenek moyang dari bangsa Swiss modern ialah suku Helvetii yang masih eksis hingga sekarang. 

Helvetii atau Helvetia merupakan nama negara Swiss dalam bahasa latin. 

Jejak sejarah tersebut salah satunya dapat ditemui pada uang koin Swiss yang tertulis nama "Helvetia". 

Paus Fransiskus melambai ketika dia pergi setelah audiensi umum di Ruang Audiensi Paul VI di Vatikan, Rabu (19/02/2020).
Paus Fransiskus melambai ketika dia pergi setelah audiensi umum di Ruang Audiensi Paul VI di Vatikan, Rabu (19/02/2020). (Filippo MONTEFORTE/AFP)

Sejarawan Romawi, Tacitus, mengatakan masyarakat Helvetii yang merupakan bagian dari suku Celtic, yakni suku besar di Eropa yang berkompetisi dengan suku Germanic. 

Orang-orang Helvetii dikenal sebagai petarung ulung. 

Mereka adalah kelompok pasukan yang ditakuti dan disegani lawan di seantero dataran Eropa pada masa Kekaisaran Romawi. 

Wilayah kaum Helvetii berada di negara Swiss, di dataran tinggi Alpen.

Situasi masyarakat Helvetia atau Swiss pada sekitar abad ke-12 dalam kondisi kelebihan populasi dan miskin.

Salah satu cara untuk menekan jumlah penduduk sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga adalah dengan mengirimkan penduduk Helvetia ke luar negeri sebagai tentara bayaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved