Parenting

Anak Usia di Bawah 3 Tahun Belum Mengerti Konsep Berbagi, Kapan Waktu Terbaik Mengajari Si Kecil?

Anak-anak perlu mempelajari banyak hal, salah satunya untuk saling berbagi. Namun apakah anak usia di bawah tiga tahun sudah bisa dijari?

Editor: Siti Nawiroh
freepict
ILUSTRASI. Anak-anak perlu mempelajari banyak hal, salah satunya untuk saling berbagi. Namun apakah anak usia di bawah tiga tahun sudah bisa dijari? 

TRIBUNJAKARTA.COM - Simak waktu terbaik mengajari anak soal konsep berbagi.

Anak-anak perlu mempelajari banyak hal, salah satunya untuk saling berbagi.

Namun apakah anak usia di bawah tiga tahun sudah bisa diajari?

Dikutip dari primaku, mitra resmi dari Kemenkes, anak usia 3 tahun ke bawah ternyata belum mengerti apa itu berbagai.

Hal itu disebutkan dalam American Academy of Pediatrics (AAP).

Mulai usia 3 tahun, anak sudah mulai mengerti mengenai konsep bergiliran dan berbagi.

Itupun mereka masih enggan bila harus menyerahkan seluruh mainannya.

Anak usia 3 tahun juga masih sulit untuk bersabar menunggu gilirannya tiba.

Anak baru akan mulai mengerti berbagai pada usia 6-7 tahun.

Kemampuan anak untuk berbagi berbeda di setiap tahapan usia.

KLIK SELENGKAPNYA:Mama Papa Wajib Tahu, Simak Penjelasan Ini Sebelum Putuskan Bawa Anak Nonton di Bioskop
KLIK SELENGKAPNYA:Mama Papa Wajib Tahu, Simak Penjelasan Ini Sebelum Putuskan Bawa Anak Nonton di Bioskop

Toodler: belum bisa meregulasi emosinya, sehingga mereka masih berperilaku merebut atau tantrum. 

Ketika tidak mendapatkan keinginannya. 

Hindari menghukum anak di usia ini bila mereka tidak mau berbagi

Preeschooler 4-6 tahun: anak sudah mulai mengerti konsep giliran dan berbagi

Bila anak masih mengalami kesulitan bergilir atau berbagi, maka ajak anak bicara mengenai apa yang mereka rasakan dan alami dan juga mendapatkan sudut pandang perasaan orang lain.

Usia sekolah (di atas 6 tahun): Anak sudah mengerti perasaan dan emosi orang lain.

Sehingga sudah mudah untuk berbagi dan bergiliran.

Lantas bagaimana cara mengajarkan anak soal berbagi?

Dikutip dari berbagai sumber, setidaknya ada 4 hal yang bisa dilakukan orangtua:

1. Jelaskan apa itu berbagi

Si kecil perlu diberitahu apa itu berbagi dan mengapa mereka harus melakukannya.

Beri mereka pemahaman yang sederhana.

Misalnya, memberi tahu bahwa berbagi tidak selalu memberikan apa yang si kecil miliki. Namun, erbagi juga memiliki arti sebagai meminjamkan suatu benda.

Itu artinya, anak tidak perlu khawatir karena benda tersebut akan kembali padanya.

2. Jangan memaksa

Orangtua tidak boleh memaksa anak.

Mama papa tetap harus menghargai kemauan si kecil, terutama bila ia cukup selektif.

Sebagai contoh, anak hanya mau meminjamkan bolanya namun tidak ingin meminjamkan bonekanya.

Jika memang seperti itu, jangan paksa si kecil untuk meminjamkan bonekanya.

3. Jadilah contoh

Anak merupakan peniru yang sangat baik. Untuk itu, mama papa harus menjadi contoh yang baik.

Coba utarakan niat mama papa supaya si kecil paham, “Pisang ini keliatannya enak, boleh Ayah/Ibu minta sedikit?”  

Dari percakapan kecil seperti ini, mama papa mengajarkan bahwa berbagi itu bisa membuat orang lain senang.

4. Bila anak tidak mau berbagai, tanya alasannya

Jangan paksa anak yang memang tidak mau berbagi, tetapi mama papa harus tanya alasannya.

Contoh saat anak bertengkar dengan temannya berebut mainan, cobalah lerai sebelum situasinya makin rumit.

Setelah keduanya tenang, diskusikan dengan anak dan temannya.

Anak atau temannya mungkin akan menjelaskan kronologi kejadian yang dialami dari sudut pandang mereka masing-masing.

Selanjutnya, mama papa coba beri respon “Kayaknya kalian berdua tampak sangat kesal, ya?”

Sampaikan respons yang membuat anak dan temannya yakin bahwa mama papa memahami perasaan mereka tanpa terkesan memihak.

Jika anak terlihat berkeras hati tidak mau berbagi mainan dengan kawannya, mama papa bisa menanyakan alasannya.

Mungkin saja alasan anak enggan meminjamkan mainan yakni karena mainan tersebut pemberian orang terdekat, seperti kakek atau nenek.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved