Pilkada Jakarta 2024
Ridwan Kamil Santai Ditolak Warga Jatinegara hingga Diboikot Jakmania: Easy Going Aja
Ia mengaku tak baperan dan memilih fokus berkampanye demi meyakinkan warga Jakarta untuk memilihnya bersama pendampingnya, Suswono.
TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Gubernur Jawa Barat yang kini mencoba peruntungan nyagub di Jakarta, Ridwan Kamil, menjawab enteng saja soal berbagai bentuk penolakan dan perundungan terhadap dirinya di Pilkada Jakarta 2024.
Ia mengaku tak baperan dan memilih fokus berkampanye demi meyakinkan warga Jakarta untuk memilihnya bersama pendampingnya, Suswono.
Menurut RK, penolakan terhadap dirinya sebagai bentuk ekspresi dari negara yang berdemokrasi.
"Saya kan ikut pilkada bukan yang pertama, (pernah) tahun 2013 dan 2018. Di Pilgub, saya (pernah) ditolak di beberapa wilayah Jawa Barat karena dianggap orang Bandung yang mungkin (dianggap) berbeda culture," ujar kader Partai Golkar tersebut dikutip dari Youtube Total Politik yang tayang pada Senin (9/9/2024).
Ia menilai penolakan dan penyerangan terhadap dirinya bisa saja bukan ekspresi murni tetapi settingan.
Namun, Ridwan mengimbau agar warga tetap meluapkan segala bentuk ekspresi tanpa melanggar aturan.
"Selama tidak grafiti, tidak melanggar aturan kota silakan-silakan saja, kan orang nolak tuh macam-macam, bisa via teks di medsos, bisa via spanduk, itu hanya masalah caranya aja. Tapi, lain pihak tidak ada pemimpin yang dibenci 100 persen dan tidak ada pemimpin yang disukai 100 persen," ucapnya.
Ridwan Kamil mengaku bahwa tak semua belusukan yang dilakukannya berujung dengan penolakan warga.
Ia bercerita mendapatkan perlakuan baik oleh kaum emak-emak di beberapa wilayah di Jakarta.
"Selfie-selfie foto kemudian nyemangatin, ngedoain, pegang dada saya dibacain Al Fatehah di beberapa keramaian. Kan berarti dia mencintai, meyakini, mendukung di sisi lain ada yang menolak," ucapnya.
Ridwan Kamil mengaku tak baperan dengan segala bentuk penolakan itu.
"Jadi, bagi saya enggak masalah silakan saja, saya easy going aja," pungkasnya.
Ditolak warga Jatinegara
Sebelumnya, kedatangan calon Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil ke kantor Bamus Betawi di Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur sempat diwarnai keributan.
Menurut warga, acara bertajuk Gerakan Betawi (Gerbang Betawi) untuk Jakarta Baru, Jakarta Maju yang dihadiri Ridwan Kamil pada Jumat (6/9/2024) malam itu tidak menghargai warga sekitar.
Bahkan ketika Ridwan Kamil datang sekira pukul 19.10 WIB, sejumlah warga yang mengenakan atribut organisasi masyarakat (Ormas) seketika menyampaikan protes atas kegiatan.
| Dharma Pongrekun Bicara Peluangnya Maju di Pilkada Jakarta 2030, Bakal Jadi Cagub Lagi? |
|
|---|
| Pengamat Soroti Tak Ada Keterwakilan Tokoh Betawi di Tim Transisi Pramono-Rano |
|
|---|
| Profil Yunarto Wijaya, Pimpinan Charta Politika dan Eks Bankir yang Masuk Tim Transisi Pramono-Rano |
|
|---|
| Kelakar Suswono Buat Pramono-Rano: Kasihan Sudah Ganti Nama Sampai Tidak Terpilih |
|
|---|
| Profil Yustinus Prastowo, Eks Jubir Sri Mulyani Masuk Tim Transisi Pramono-Rano Bidang Keuangan |
|
|---|