Sejarah Peringatan Maulid Nabi, Begini Awal Mula Perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad Dilaksanakan

Awal mula serta sejarah Maulid Nabi, hari kelahiran Nabi Muhamnad SAW yang diperingatu setiap tahun tanggal 12 Rabiul Awal

Tayang:
Editor: Muji Lestari
pexels.com
Maulid Nabi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Berikut sejarah singkat awal mula peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Rabiul Awal tahun Hijriah.

Maulid Nabi merupakan bagian peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menurut kalender hijriah, Maulid Nabi 2024 jatuh bertepatan pada Minggu, 15 September 2024.

Lantas, bagaimana awal mula serta sejarah Maulid Nabi serta bagaimana awal mulanya?

Sejarah Maulid Nabi

Maulid berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti 'hari kelahiran'.

Ketika masyarakat membicarakan mengenai Maulid Nabi, berarti itu mengenai perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Didalam tradisi Jawa juga terdapat tradisi yang bernama 'Mulud'an yang memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.

"Secara substansial Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai bentuk penghormatan dan kegembiraan, serta upaya mengenal keteladanan Rasullalah SAW sebagai pembawa ajaran Islam, sebagaimana tercantum di dalam Surat Al Ahzab 21" kata dosen UIN Saizu Purwokerto, Mawi Khusni Albar, dikutip dari channel YouTube Tribunnews.com.

Surat Al Ahzab 21 yang berbunyi: Laqad kana lakum fī rasụlillāhi uswatun ḥasanatul limang kāna yarjullāha wal-yaumal-ākhira wa żakarallāha kaṡīrā.

Yang memiliki arti," Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."

Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW juga diakui dan dipuji oleh non muslim.

Ilustrasi Maulid Nabi.
Ilustrasi Maulid Nabi. (Freepik.com)

Sehingga Nabi Muhammad SAW mendapat gelar Al Amin yang artinya 'orang yang jujur'.

Mawi Khusni juga mengatakan jika ada beberapa versi sejarah mengenai Maulid Nabi.

Ada yang berpendapat, Maulid Nabi Muhammad SAW ini pertama kali muncul pada jaman Salahuddin al-Ayyubi.

Salahuddin al-Ayyubi menganjurkan umatnya untuk memperingati Maulid Nabi guna membangkitkan semangat jihad kaum muslim.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved