Pilkada DKI 2024

3 Pengamat Nilai Debat Pilkada Jakarta 2024: Retorika RK, Elektabilitas Dharma hingga Cairnya Rano

Mereka menilai penampilan para paslon dari berbagai sudut pandang, dari mulai membandingkan dengan debat Pilkada periode sebelumnya hingga mencari pem

|

TRIBUNJAKARTA.COM - Debat pertama Pilkada Jakarta menjadi sorotan para pengamat politik.

Mereka menilai penampilan para paslon dari berbagai sudut pandang, dari mulai mencari paslon paling menarik hingga peran cawagub.

Berikut TribunJakarta rangkum pendapat tiga pengamat politik soal debat yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Convention Centre and Theatre, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (6/10/2024).

Seperti diketahui, Pilkada Jakarta 2024 diikuti tiga paslon.

lihat fotoKLIK SELENGKAPNYA: Ketiga Paslon Menjalani Debat Perdana  Pilkada Jakarta, Minggu (24/10/2024). Pengamat Ungkit Anies dan Jokowi Sukses Sihir Warga, Kini Siapa?
KLIK SELENGKAPNYA: Ketiga Paslon Menjalani Debat Perdana Pilkada Jakarta, Minggu (24/10/2024). Pengamat Ungkit Anies dan Jokowi Sukses Sihir Warga, Kini Siapa?

Nomor 1 Ridwan Kamil-Suswono. Paslon tersebut diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus berisi 14 partai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PSI, PKB, Gelora, PBB, Perindo, PAN, PPP, PKN serta Garuda.

Nomor 2 paslon independen, Dharma Pongrekun-Kun Wardhana Abyoto. Paslon ini memenuhi persyaratan dukungan 677.468 KTP warga Jakarta.

Nomor 3 Pramono Anung-Rano Karno, diusung PDIP dan Hanura.

Kuda Hitam Tampil Lepas

Pengamat politik, Yunarto Wijaya, mengatakan, Dharma-Kun tampil tanpa beban pada debat kemarin.

Hal itu, menurutnya, karena paslon yang mendaku diri kuda hitam itu elektabilitasnya paling rendah.

Pasangan jalur independen itu nothing to lose dan bisa lantang menyuarakan aspirasinya di panggung debat.

Pada survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan 6-12 September 2024, elektabilitas Ridwan Kamil (RK)-Suswono di angka 51,8 persen, Dharma-Kun 3,2 persen dan Pramono Anung-Rano Karno 28,4 persen.

Kemudian dalam survei Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 9-15 September 2024, elektabilitas RK-Suswono 47,5 persen, Dharma-Kun 5,1 persen dan Pramono-Rano 31,5 persen.

Selanjutnya di survei Charta Politika yang dilakukan pada 19-24 September 2024, elektabilitas RK-Suswono 48,30 persen, Dharma-Kun 5,60 persen dan Pramono-Rano 36,50 persen.

"Dharma dan Kun, menurut saya, nothing to lose. Itu yang paling menarik di debat kita," ucap Yunarto, Senin (7/10/2024), dilansir dari Kompas.com.

Yunarto mengatakan, tingkat elektabilitas Dharma-Kun meningkat hampir dua kali lipat dalam tiga minggu terakhir, meskipun hanya sedikit, yakni dari 3 persen menjadi 5,6 persen.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved