Pilkada 2024

Ridwan Kamil Dinilai Blunder saat Sowan Jokowi, Bermaksud Kerek Suara Malah Ditinggal Anak Abah

Ridwan Kamil yang menemui Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo jadi sorotan, jadinya blunder?

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil menyambangi Mantan Presiden yang juga Mantan Gubernur Jakarta Joko Widodo, Jumat (1/11/2024). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM - Manuver Calon Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil yang menemui Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo jadi sorotan.

Langkah ini pun disebut banyak pihak sebagai upaya Kang Emil mendompleng elektabilitas yang mulai stagnan.

Apalagi, belakangan elektabilitas Pramono Anung-Rano Karno yang diusung PDIP mulai menyusul pasangan Ridwan Kamil-Suswono.

“Karena itu, wajar kalau banyak pihak berspekulasi kedatangan Ridwan Kamil ke Prabowo dan Jokowi sebagai bentuk minta dukungan. Dia berharap dukungan dua sosok tersebut dapat meningkatkan elektabilitasnya,” ucap Pengamat Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, Senin (4/11/2024).

Jamiluddin bilang, logis jika Ridwan Kamil meminta dukungan Presiden Prabowo Subianto.

Sebab, suara Prabowo di Jakarta saat Pilpres 2024 lalu sangat tinggi hingga mencapai 41,07 persen atau setara 2.653.762 suara.

Namun, Jamiluddin mempertanyakan langkah Ridwan Kamil sowan ke Solo untuk bertemu Jokowi.

Meski sempat menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2014, ia menilai Jokowi saat ini tak punya basis dukungan kuat di Jakarta.

“Jakarta justru basisnya Anies Baswedan. Pendukung Anies pada umumnya tidak menyukai Jokowi,” ujarnya.

Hal ini tentu disebut Jamiluddin bakal menjadi bumerang bagi eks Gubernur Jawa Barat itu yang bakal semakin dijauhi oleh para pendukung Anies atau yang biasa disebut Anak Abah.

“Pendukung Anies akan mengidentikkan orang yang dekat Jokowi layak dijauhi. Hal itu dapat berlaku pada Ridwan Kamil yang akan dinilai sosok yang dekat dengan Jokowi,” tuturnya.

Oleh karena itu upaya mendekatkan diri dengan Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas di Jakarta ini disebut Jamiluddin sebagai langkah blunder dari Wali Kota Bandung periode 2013-2018 ini

Secara tak langsung, langkah ini justru dinilai dapat menguntungkan pasangan Pramono Anung-Rano Karno.

“Pendukung Anies bisa jadi akan lebih memilih Pramono-Rano daripada RK-Suswono, karena RK dinilai dekat dengan Jokowi,” kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved