Pilkada 2024

Pramono Anung Santai Tanggapi Warga Tanah Merah Tarik Dukungan dan Beralih ke Paslon RK-Suswono

Pramono Anung menanggapi santai sikap warga Kampung Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara yang menarik dukungan untuknya.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Cagub Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung menegaskan dirinya tidak mengenal sosok T sebagaimana pernyataan yang disampaikan Menteri Koperasi yang juga eks Menkominfo, Budi Arie Setiadi.   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM - Cagub Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung menanggapi santai sikap warga Kampung Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara yang menarik dukungan untuknya dan beralih mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono.

Menurut Pram, dia tak mempersoalkan perihal dukungan dari warga.

"Jadi bagi saya pribadi mau warga manapun mendukung sebelumnya atau tidak, saya enggak masalah sama sekali," ujar Pram saat kampanye di kawasan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2024).

Namun, Pram menegaskan jika dirinya nanti terpilih sebagai Gubernur Jakarta, ia akan merangkul seluruh warga dan menyelesaikan persoalan yang ada.

"Toh kalau saya tetap terpilih jadi gubernur akan saya selesai," kata Pram.

Warga Kampung Tanah Merah Cabut Dukungan

Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (10/11/2024) sore, sejumlah warga melepas kaus oranye bergambar pasangan cagub-cawagub Jakarta nomor urut 03, Pramono Anung-Rano Karno, di kawasan Kampung Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara.

Aksi melepas kaus dan melemparkannya ke jalanan ini dilakukan lantaran warga merasa resah atas kontrak politik yang ditandangani Pramono Anung pada saat mengunjungi permukiman Tanah Merah Koja, 30 Oktober 2024 lalu.

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, para warga Tanah Merah ini awalnya berkumpul di RW 010 Kelurahan Rawa Badak Selatan sambil ramai-ramai mengenakan kaus oranye bergambar wajah Pramono Anung-Rano Karno di dada kiri dan logo 03 di dada kanan.

Mereka kemudian melepaskan kaus itu dan melemparkannya ke jalanan.

Perwakilan warga sekaligus Penanggung Jawab Aliansi Kampung Tanah Merah Jones Naibaho mengatakan, pencabutan dukungan yang dilakukan dalam aksi melempar kaus ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap kontrak politik yang diteken warga dengan Pramono Anung.

Kontrak tersebut, yang ditandatangani pada 30 Oktober 2024, ungkap Jones, memuat beberapa poin yang mengkhawatirkan warga.

Terutama mengenai rencana pembangunan buffer zone PT Pertamina Plumpang yang dianggap dapat menyebabkan pengusiran mereka dari wilayah tersebut.

"Kami di sini (cabut dukungan) dari 03, karena kemarin pada tanggal 30 Oktober waktu kunjungan Mas Pram ke Tanah Merah itu ada penandatanganan kontrak politik yang mana bunyinya itu ada beberapa poin yang tidak menyenangkan kami warga Tanah Merah," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved