Pemilu 2024
Pilkada Telah Usai, GMKI Jakarta Suarakan Masyarakat Kembali Bersatu
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta meminta semua pihak untuk menerima hasil Pilkada serentak 2024
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM - Gelaran Pilkada Serentak 2024, termasuk di Jakarta telah rampung seiring KPU DKI Jakarta menetapkan hasil perolehan suara.
Karenanya, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta meminta semua pihak untuk menerima hasil kontestasi politik itu.
"Tenaga, pikiran dan waktu banyak tertuang dalam proses perjalanan Pilkada. Sehingga selayaknya kita sebagai warga negara yang memahami pesan kebangsaan untuk bersama-sama menerima hasil apapun dari pesta demokrasi yang dilaksanakan," ujar Ketua GMKI Jakarta Masa Bakti 2023-2025, Chrysmon Wifandy Gultom kepada wartawan, Selasa (10/12/2024).
Karenanya, GMKI Jakarta juga meminta masyarakat kembali merajut persatuan setelah sempat berbeda pilihan saat pesta demokrasi untuk mencari pemimpin baru.
"Pasca pelaksanaan pilkada, kami GMKI Jakarta menyerukan bahwa pilkada usai, mari merajut persatuan dan membangun Indonesia," kata Chrysmon.
Menurutnya, pesan ini perlu disampaikannya agar seluruh elemen masyarakat saling bergandengan tangan serta membangun kasih didalam hati masing-masing.
"Sebab berbeda pilihan politik bukan menjadi alasan untuk kita terpecah belah bahkan oleh apapun itu," ujarnya.
Selain itu, Chrysmon mengatakan, pihaknya juga mengapresiasi kepada penyelenggara Pilkada, baik itu KPU, Bawaslu serta TNI-Polri yang membantu mengamankan jalannya pesta demokrasi tahun ini.
"Kepada seluruh lembaga negara yang bertanggung jawab pada pelaksanaan pilkada ini, kami sampaikan banyak terima kasih," ujarnya.
Chrysmon mengatakan, pihaknya juga menghormati pihak yang tak terima dengan hasil Pilkada untuk melakukan gugatan sesuai mekanisme yang berlaku.
"Dalam Sengketa hasil Pilkada bisa ditempuh melalui mekanisme yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang apabila ada temuan-temuan yang dianggap bermasalah, agar kedepan menjadi evaluasi bersama dan mendorong penyelenggara pemilu dan pilkada lebih bekerja keras dan memastikan seluruh kelompok masyarakat bisa menggunakan hak politiknya dan merayakan pesta demokrasi dengan riang gembira," paparnya.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
PKS Buka Suara soal Faktor Kekalahan di Pilkada Depok, Masih Mendebat Kejenuhan Warga 20 Tahun |
![]() |
---|
Ulasan Lengkap Pilkada Depok 2024: Peta Suara 11 Kecamatan, Nasib PKS hingga Alasan Imam-Ririn Kalah |
![]() |
---|
Aktivis Pemuda NTT di Jakarta Nilai Pilkada 2024 Kondusif: Tidak Terjadi Hal yang Dikhawatirkan |
![]() |
---|
Jenuh dan Karakter Rasional Warga Kota Bekasi Jadi Faktor Rendahnya Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Partisipasi Pemilih Pilkada di Kota Bekasi Terendah Se-Jawa Barat, KPU: Semua Upaya Sudah Dilakukan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.