Mengenang 20 Tahun Tsunami Aceh, 'Kepanikan' Saat Itu Diceritakan Delisa,Kisahnya Diangkat Jadi Film

Penyitas Tsunami Aceh, Delisa Fitri Rahmadani membagikan kembali suasana yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam.

Tangkap layar IG santosoim
Delisa, korban tsunami Aceh tahun 2004 

TRIBUNJAKARTA.COM - Penyitas Tsunami Aceh, Delisa Fitri Rahmadani membagikan kembali suasana yang terjadi pada 26 Desember 2004 silam.

Diketahui, tepat di hari ini bencana besar itu sudah berlalu selama 20 tahun.

Gempa dan Tsunami Aceh yang berdampak di beberapa negara ini nyatanya masih menyisakan kisah pilu untuk penyitasnya.

Terlebih, gempa berkuatan 9,2 SR yang disusul gelombang laut ini memakan banyak korban jiwa dan korban luka.

Delisa salah satunya. Ia menjadi korban selamat dalam Tsunami Aceh namun harus kehilangan ibu, kakak dan satu kakinya karena diamputasi.

Kisahnya pun viral setelah diangkat menjadi film layar lebar berjudul 'Hafalan Shalat Delisa'.

Kini, ia kembali menceritakan detik-detik mencekam saat itu.

Kata dia, kepanikan saat itu membuat banyak orang saling berdesakan untuk menyelamatkan diri.

Hal ini terjadi setelah banyak mata melihat air laut yang mulai naik ke daratan.

lihat fotoMasih ingatkah dengan sosok Delisa, korban Tsunami Aceh di tahun 2004?. Namanya cukup dikenal usai kisahnya difilmkan dengan judul 'Hafalan Shalat Delisa'. Kini, Delisa sudah besar bahkan sukses menjadi wanita karir dan bekerja dibidang perbankan.
Masih ingatkah dengan sosok Delisa, korban Tsunami Aceh di tahun 2004?. Namanya cukup dikenal usai kisahnya difilmkan dengan judul 'Hafalan Shalat Delisa'. Kini, Delisa sudah besar bahkan sukses menjadi wanita karir dan bekerja dibidang perbankan.

"Jadi kita tuh lari tapi arahnya sudah bertabrakan. Ada yang sebagian ke arah Barat ke Timur. Desak-desakan, waktu itu jalanannya sudah macet. Jadi gak bisa bergerak sama sekali," katanya dikutip dari instagram @delisa fitrir_, Kamis (26/12/2024).

Saat itu juga, Delisa melihat kakaknya tertabrak kendaraan.

Namun, sang ibu bingung harus merespons seperti apa karena suasana saat itu begitu panik. 

"Delisa lihat tuh ke arah belakang tuh air sudah mulai naik. Nah sampai depan masjid, bisa lihat nih kakak Delisa waktu itu ditabrak sama kendaraan lainnya," sambungnya.

Selepas itu, ia tak mengingat apa-apa lagi. Ia dan ibunya tersapu gelombang tsunami.

Ia hanya mengingat saat itu berkata "Mak kakak".

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved