Pengamat Baca Keputusan Erick Thohir Pecat STY dari Sudut Politik, Taruhan Modal Pilpres 2029

Menurut Adi Prayitno, Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI, memecat STY sama dengan mempertaruhkan elektabilitas politiknya pada Pilpres 2029.

|
Tribun Network
Pengamat politik Adi Prayitno berlatar Erick Thohir dan Shin Tae-yong. 

TRIBUNJAKARTA.COM - "Persoalan bola di Indonesia kita itu tidak bisa dilepaskan dengan urusan-urusan politik," kata Adi Prayitno mendalilkan analisisnya soal nasib politik Erick Thohir setelah pemecatan Shin Tae-yong (STY).

Adi mengutarakan analisisnya di laman Youtubenya, Adi Prayitno Official, Senin (6/1/2024).

Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI, memecat STY sama dengan mempertaruhkan elektabilitas politiknya pada Pilpres 2029.

Adi memaparkan, STY adalah pelatih yang tidak bisa disentuh. Terbukti dari beberapa komentator sepak bola yang mengkritisinya, lalu mendapat intimidasi.

Pelatih asal Korea Selatan itu memang menorehkan prestasi bagi Timnas Garuda.

Lima tahun melatih Rizky Ridho dan kawan-kawan, ranking FIFA Timnas Indonesia naik signifikan, dari urutan ke-173 menjadi ke-127.

Bahkan, saat ini, Indonesia berada di posisi meyakinkan untuk bisa lolos dari putaran ketiga fase kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Memecat STY dengan berbagai alasan, Erick Thohir telah memindahkan bola panas ke dirinya sendiri.

Memiliki target lolos Piala Dunia 2026, pengalaman panjang Erick Thohir di dunia sepak bola internasional benar-benar diuji.

Penunjukkan pelatih pengganti STY akan sangat disorot dan menanggung beban berat ekspektasi masyarakat Indonesia.

"Harapan besarnya ada pada Pak Ercik Thohir yang dinilai sudah punya pengalaman yang cukup panjang terkait dengan sepak bola. Saya kira pengalaman Pak Erick menangani klub-klub top internasional, pengalaman-pengalaman sepak bola di internasional, tentu diharapkan setelah STY tak lagi menjadi pelatih timnas Indonesia, penggantinya itu adalah orang-orang pelatih-pelatih yang saya kira figurnya kuat dan Timnas Indonesia itu semakin mantap semantap-mantapnya," papar Adi.

"Terutama pertaruhannya adalah membawa Timnas kita itu lolos main di Piala Dunia 2026. Karena kalau tidak, ini tentu akan menjadi pertaruhan yang cukup luar biasa kepada Pak Erick, bukan hanya sebagai Ketua Umum PSSI, tapi karir politiknya soal bagaimana menatap jalan Panjang menuju 2029," lanjut paparnya.

Adi menjelaskan, Erick Thohir sejak terpilih menjadi Ketua Umum PSSI pada 16 Februari 2023, sudah dikait-kaitkan dengan urusan Pilpres 2024.

Kebolehannya memimpin PSSI dengan moncernya prestasi Tim Garuda juga mendongkrak nama suami Elizabeth Tjandra itu di kancah politik.

Elektabilitasnya meroket, hingga sempat digadang-gadang menjadi capres ataupun cawapres.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved