Prabowo Periksa APBN 9 Tingkat Sampai Temui Program Konyol, Rocky Gerung: IKN Itu Dianggap Konyol

Rocky Gerung menyebut program konyol yang ditemui Presiden Prabowo Subianto dalam APBN adalah pembangunan IKN.

Photo by Yasuyoshi CHIBA / AFP
PROGRAM KONYOL - Foto ini menunjukkan Istana Kepresidenan Indonesia yang baru di masa depan ibu kota Nusantara, di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada 11 Juli 2024. Kini, IKN disebut Rocky Gerung sebagai program konyol. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto memeriksa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat detail hingga menemui banyak program konyol.

Hal itu disampaikan Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi.

Menanggapi pernyatan Hashim, pengamat politik Rocky Gerung, menerjemahkan prgram konyol dimaksud adalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digagas Presiden Jokowi.

Hashim berbicara soal APBN saat hendak menjabarkan asal dana yang akan digunakan pemerintah untuk menopang pelbagai program yang memakan anggaran besar.

Kata Hashim, pemerintah menghemat Rp 306 triliun dari hasil memelototi anggaran dan memangkas yang dianggap tak perlu.

"Ada program-program perjalanan dipangkas. Perjalanan ke luar negeri dipangkas, saya dengar dipangkas 21-22 miliar Rupiah."

"Ada program konyol, program konyol dihapus, dipangkas," kata Hashim di acara ESG Sustainability Forum 2025, di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (31/1/2025), yang disiarkan di Youtube CNBC Indonesia.

Hashim menjelaskan, Prabowo menguliti APBN lebih dari presiden lainnya.

Ketelitian itu yang membuat ia bisa mendapati anggaran yang bisa dihemat hingga dialihkan untuk program berdana besar seperti makan bergizi gratis.

"Banyak yang konyol ternyata. Pak Prabowo cerita sama saya, dia berapa minggu dia periksa APBN. Ternyata di APBN kita ada 9 tingkat."

"Biasanya presiden, Menteri, periksa sampai tingkat ketiga keempat. Prabowo periksa sampai tingkat kesembilan Pak, dibongkar semua," kata Hashim.

IKN Konyol

Hashim tidak menjelaskan lebih lanjut program apa saja yang dimaksud konyol itu.

Rocky Gerung pun menafsirkan program yang dimaksud sebagai IKN.

"Jadi substansinya adalah penghematan anggaran negara untuk investasi SDM (Sumber Daya Manusia), tetapi sensasinya terbaca melalui keterangan Pak Hashim Djojhadikusumo, yang bagian dari kabinet, yang bagian dari pemerinah, yang bagian dari Gerindra," kata Rocky di channel Youtube Rocky Gerung Official, tayang Senin (3/2/2025).

Rocky pun menyebutkan argumennya menunjuk IKN sebagai program konyol dari mulai terkait lingkungan hingga menyebut nama Presiden Jokowi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved