Bukan Ejekan, Ini Pesan Wamenaker Noel Soal KaburAjaDulu: Silakan Pergi, tapi Pulang Jangan Miskin

Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Immanuel Ebenezer, meluruskan pernyataannya soal tagar KaburAjaDulu yang menuai kecaman publik. 

(Kompas.com/Ardhito Ramadhan dan Shutterstock).
POLEMIK TAGAR KABURAJADULU - Wamenaker RI, Noel Ebenezer, meluruskan terkait kasus tagar kaburajadulu yang dikecam publik. Ia mempersilakan WNI untuk pergi ke luar negeri tapi pulang jangan miskin. (Kompas.com/Ardhito Ramadhan dan Shutterstock). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Immanuel Ebenezer, meluruskan pernyataannya soal tagar KaburAjaDulu yang menuai kecaman publik. 

Noel, biasa dia dipanggil, mengatakan bahwa pernyataannya tidak bermaksud untuk mengejek siapapun yang ingin tinggal dan mencari penghidupan di luar negeri. 

Ia pun mempersilakan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk pergi ke luar negeri tetapi ketika pulang sudah dalam keadaan sejahtera, bukan miskin. 

"Orang Batak haram hukumnya ketika balik miskin enggak ada. Nah, kita orang Indonesia harusnya juga begitu. Pergi ke luar negeri, haram hukumnya ketika pulang miskin, jangan. Kalau perlu bawa adiknya, bawa tetangganya, bawa saudaranya itu yang saya maksud. Jadi, ada semangat untuk berjuang," ucapnya seperti dikutip dari acara Hotroom yang tayang pada Rabu (19/2/2025). 

Ia berpesan kepada WNI yang ingin pergi dari Indonesia harus memiliki mental petarung. 

"Kalau kritik (lewat tagar KaburAjaDulu), kritik aja republik ini. Tapi jangan keluar dari gelanggang, biar enggak dianggap seorang pecundang," tambahnya. 

Noel tanggapi tagar #kaburajadulu

Sebelumnya diberitakan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer enggan ambil pusing soal tagar #KaburAjaDulu di media sosial (medsos) yang mendorong warga negara Indonesia (WNI) untuk bekerja di luar negeri.

Noel, sapaan akrabnya, justru mempersilakan WNI yang ingin berkarier di luar negeri untuk tidak perlu kembali ke Indonesia.

"Mau kabur, kabur sajalah. Kalau perlu jangan balik lagi, hi-hi-hi," ungkap Noel di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Senin (17/2/2025), seraya tertawa.

Noel tidak mau berkomentar lebih jauh mengenai tren tersebut.

Ia hanya menekankan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak memedulikan tagar atau seruan itu.

"Hashtag-hashtag enggak apa-apalah, masa hashtag kita peduliin," ujar Noel.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai, munculnya #KaburAjaDulu merupakan tantangan bagi pemerintah untuk menciptakan pekerjaan yang lebih baik bagi WNI.

"Ini tantangan buat kita kalau memang itu adalah terkait dengan aspirasi mereka. Ayo pemerintah create better jobs, itu yang kemudian menjadi catatan kami dan concern kami," ujar Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Ia tidak memungkiri bahwa kesempatan bagi WNI untuk bekerja di luar negeri memang terbuka.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved