Viral di Media Sosial

Perkara Salah Jalur Minta Dilayani Duluan, Petugas SPBU Wanita Ditampar Konsumen 

Petugas SPBU Pertamina di Jalan Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi bernama Rizka Alpiah ditampar konsumennya.

Tayang:
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tangkapan layar di Instagram dan TikTok
PETUGAS SPBU DITAMPAR - Tangkapan layar rekaman CCTV kejadian petugas SPBU Pertamina di Jalan Karang Satria, Tambun Utara Bekasi ditampar konsuem perempuan, kejadian dipicu karena pelaku salah jalur pengisian dan minta dilayani duluan. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN UTARA - Petugas SPBU Pertamina di Jalan Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi bernama Rizka Alpiah ditampar konsumennya gara-gara minta dilayani duluan. 

Rizka mengatakan, konsumen perempuan itu datang menggunakan motor dan langsung masuk ke jalur pengisian yang sedang kosong tidak dijaga petugas. 

"Biasanya memang di kami itu buka jalur kiri dan kanan, karena teman saya lagi istirahat ditutup satu," kata Rizka. 

Rizka yang sedang bertugas di jalur sebelahnya langsung meminta konsumen perempuan itu pindah ke jalur tempat dia bertugas. 

Perempuan pengendara Beat Merah itu awalnya menolak, tapi akhirnya mau mengikuti pindah ke jalur Rizka bertugas sambil terus menggerutu.

"Si ibu masih ngoceh aja, kan bisa bolak-balik, dan saya bilang gak bisa kan ada aturannya. Karena cuma satu, jadi kita cuma satu mesinnya," jelas dia. 

Ketika gilirannya tiba, perempuan itu masih terus saja menggerutu sampai menilai pelayanan petugas tidak sopan. 

"Dia masih ngoceh, kamu kerja yang sopan! Saya bilang, saya kurang sopan apa? Saya kan dah jelasin, disitu enggak ada karyawannya," kata Rizka sambil memeragakan percakapan. 

Setelah pengisian bahan bakar selesai, konsumen perempuan itu masih terus menggerutu hingga memperlambat antrean di belakangnya. 

Sebelum perempuan itu beranjak, Rizka sempat menghelakan nafas panjang karena gusar dengan tingkah konsumen tersebut.

"Saya menghela nafas kan, lalu dia pergi, dia enggak terima helaan nafas saya, balik lagi nabok muka saya," terangnya. 

Usai kejadian tersebut, Rizka segera melapor ke kantor Polisi. Tapi menurut petugas kasusnya masuk ke dalam tindak pidana ringan. 

Untuk itu, Rizka diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan melalui musyawrah atau damai dengan pelaku. 

"Udah lapor Polisi cuma ini kekerasan ringan jadi dimusyawarahkan aja," ucap Rizka. 

 

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

 
 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved