Viral di Media Sosial
Hercules Dibela Razman Sampai Singgung KDM Maju Capres, Pimpinan GRIB Sesumbar Bawa 50 Ribu Anggota
Pengacara Razman Arif Nasution terdepan membela Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, organisasi masyarakat yang dipimpin oleh Hercules.
TRIBUNJAKARTA.COM - Pengacara Razman Arif Nasution terdepan membela Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, organisasi masyarakat yang dipimpin oleh Hercules.
Razman turut berani menyinggung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi soal aktivitasnya yang intensif dalam mengunggah konten YouTube.
Rasa geram Hercules ke Dedi Mulyadi ditenggarai dimulai dengan keinginan menginstruksikan pembentukan Satgas Pemberantasan Premanisme di 27 daerah di Jawa Barat.
Satgas dibentuk untuk melindungi masyarakat dari berbagai aksi premanisme yang mengintimidasi dan merugikan ekonomi.
Beberapa area yang jadi fokus satgas adalah premanisme jalanan, pasar, dan industri.
"Satgas bertujuan melindungi petani, pedagang, guru, pengusaha. Semua harus dilindungi dari premanisme," ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari jabarprov.go.id.
Keinginan membentuk satgas tersebut langsung mendapatkan tentangan dari GRIB Jaya.
Bahkan Hercules sempat memberikan ultimatum kepada orang nomor satu di Jawa Barat tersebut.

Hercules mengatakan, seharusnya Dedi Mulyadi menghargai jasa ormas, bukan malah menciptakan konflik baru.
Hercules pun menyarankan agar Dedi merangkul ormas untuk membangun sinergi positif demi kepentingan masyarakat Jawa Barat.
"Semua (ormas,-red) dukung. KDM (Kang Dedi Mulyadi) berlebihan. Jadi gubernur didukung oleh kami," ujar Hercules tegas, dikutip dari YouTube Unlocked yang tayang pada Rabu (30/4/2025).
"Seharusnya bilang: Mari mendukung program-program saya gubernur, dukung saya," kata Hercules, menyindir sikap Dedi.

Hercules lantas mengingatkan agar Dedi Mulyadi tidak mencari masalah dengan kelompok-kelompok masyarakat yang sebelumnya berada di barisan pendukungnya.
Jika Dedi Mulyadi masih tetap bersikap seolah tak membutuhkan ormas, Hercules pun mengancam akan mengerahkan puluhan ribu personel untuk mendatangi Gedung Sate, kantor pemerintahan Jawa Barat.
"Jika mencari masalah, kami akan datang. Puluhan ribu personel (ormas,-red) siap ke Gedung Sate," ucapnya.
Hercules mengaku tak sepakat jika ormas harus ditumpas.
"Ormas tuh banyak sekali kekuatannya, saya punya anak buah di Jawa Barat itu ada hampir 500 ribu, kalau saya suruh 50 ribu orang datang ke Gedung Sate, bagaimana Dedi Mulyadi?" ujarnya.
Ia menegaskan bahwa 50 ribu massa yang datang ke Gedung Sate tak bakal bisa dibubarkan.
Bahkan, sekalipun dikerahkan pihak kepolisian untuk membubarkannya.
"Enggak bakal bisa dibubarin, enggak bisa. Datang 50 ribu orang, tidak merusak dan anarkis, polisi pun tidak bisa membubarkan mereka, tidak bisa dan itu dilindungi oleh undang-undang, wajib dan wajar untuk mereka datang dulu," katanya.
Hercules pun meminta agar Dedi Mulyadi merangkul ormas dan mengajak mereka bersinergi bersama TNI dan Polri.

"Sekarang sudah jadi gubernur, ormas itu dirangkul mengajak mereka. 'Hei, masyarakat Jabar, ormas-ormas Jabar mari mendukung program-program saya gubernur, dukung saya bersinergi sama TNI-Polri bagaimana menciptakan aman nyaman damai."
"Karena negara ini negara hukum, (oknum yang bersalah) kalian bertanggung jawab secara hukum yang berlaku di Indonesia, bukan panggil TNI, panggil Polri," ujarnya.
Razman Singgung Dedi Mulyadi
Razman Nasution menyinggung aktivitas yang intensif dilakukan Dedi Mulyadi dalam mengunggah konten YouTube.
Ia menduga bahwa ada niat terselubung Dedi untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2029.
Kecurigaan ini disampaikan oleh Razman Arif Nasution, Kepala Bidang Komunikasi Publik DPP GRIB Jaya, dalam sebuah tayangan di YouTube Garuda TV pada 28 April 2025.
"Kang Dedi ini terlalu maju, jangan-jangan mau maju jadi calon presiden. Mohon maaf, saya lihat dia masuk gorong-gorong, masuk sungai, takut saya hanyut," ungkap Razman..
Razman juga menilai kepemimpinan Dedi Mulyadi saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta sebagai medioker.

Ia meminta Dedi untuk tidak terlalu berlebihan dalam mengekspos kegiatan di masyarakat dan menanggapi permasalahan di Jawa Barat dengan lebih bijak.
"Waktu dia jadi Bupati Purwakarta enggak jago-jago amat, dia biasa-biasa saja. Jangan terlalu lebay lah. Emang dia kader Gerindra, kapan sih? Baru aja udah jangan gitu-gitu," kritik Razman.
Razman Arif Nasution juga menyoroti tindakan Dedi Mulyadi yang dianggap campur tangan dalam ranah kepolisian terkait kasus premanisme.
Ia menegaskan bahwa seharusnya masalah tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian, bukan ditangani oleh gubernur.
"Dedi seharusnya tidak turut mencampuri ranah kepolisian dalam kasus penganiayaan dan pembakaran mobil di Harjamukti, Depok. Anda selaku gubernur diberi kewenangan untuk menata pemerintahan di bidang eksekutif, tidak boleh masuk ke ranah yudikatif," jelas Razman.
(TribunJakarta)
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.
Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.