Makin Panas! Hercules Sebut Gatot Banyak Action karena Gak Laku, Bandingkan dengan Sutiyoso
Polemik Ketua Umum Grib Jaya, Hercules dengan eke Panglima TNI, Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo kian memanas.
TRIBUNJAKARTA.COM - Polemik Ketua Umum Grib Jaya, Hercules dengan eks Panglima TNI, Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo kian memanas.
Hercules ogah melunak, dan membalas hujatan Gatot yang tersiar viral di berbagai media sosial.
Terkini, Pria bernama asli Rosario de Marshal itu heran dengan sikap Gatot yang begitu gemas menyerangnya.
"Kenapa Anda (menilai) saya kok bengis banget gitu lho, bengis banget gitu lho, aku salah apa?"
"Aku gak punya salah dengan pak Gatot lho. Pak Gatot sampai bicara premanisme, kurang ajar, aku salah apa Pak Gatot yang aku hormati, yang aku muliakan, mantan Panglima TNI."
"Saya sedih lho, Bapak bisa sangat luar biasa gemas, kaya saya punya kesalahan," kata Hercules di kediamannya, di bilangan Jakarta Barat, Kamis (1/5/2025).
Memang, salah satu faktor Gatot berkoar lantaran Hercules sempat menghina Sutiyoso, purnawirawan jenderal TNI bintang tiga, yang belakangan bicara soal revisi Undang-Undang (UU) ormas.
Namun, Sutiyoso tidak merespons pernyataan keras Hercules.
Jutru, Gatot muncul membela Sutiyoso, dan membeberkan sejarah kelam Hercules.
"Pak Sutiyoso kayanya diam saja, Pak Gatot kok kaya kebakaran jenggot."
"Saya tidak sebut nama Pak Gatot lho. Tolong Pak Gatot jangan mengganggu saya," jelasnya.
Hercules menilai Gatot sedang "tidak laku" sehingga harus ikut muncul membicarakan polemiknya dengan Sutiyoso.
Ia membandingkan sikap Gatot dengan Sutiyoso yang justru kalem.
"Saya bilang kamu yang preman karena kamu itu kamu bikin action sana action sini karena enggak laku."
"Kenapa kamu bilang saya preman, kalau preman ada ada jalurnya untuk mengatasi adalah bapak-bpak kepolisian," ujar Hercules.
Kendati bicara keras, Hercules mengajak Gatot untuk saling introspeksi dan bermaafan.
"Kita tidak usah membawa itu, minimal, teman-teman, negara ini negara hukum. Pak Gatot memperbaiki koreksi statement-statement itu dan saya juga menahan diri memperbaiki koreksi apa statement-statement saya yang salah," jelasnya.
Gatot Murka
Sebelumnya, Gatot murka dengan Hercules yang menghina Sutiyoso, eks Wadanjen Kopassus sudah bau tanah.
Mantan Panglima TNI tersebut mengingatkan Hercules tentang peran pensiunan jenderal TNI yang telah membawanya ke Jakarta.
Ia lalu membongkar asal-usul Hercules di masa lampau.
Hercules, kata Gatot, dulu dipekerjakan sebagai tenaga bantuan operasi (TBO) yang bertugas membantu mengangkuti barang-barang keperluan militer saat di Timor Timur.
"Begini, kita kan prajurit-prajurit di sana merasa sudah dibantu, dibawain barang-barangnya kayak gitu. Maka, dibawa ke Jakarta dan Solo untuk supaya kesejahteraannya, kehidupannya lebih baik, berubah lah."
"Tapi, justru dia mengata-ngatai pensiunan, padahal yang bawa dia ke sini sudah pensiun itu, zamannya tahun 80-an," ujar Gatot seperti dikutip dari Youtube Refly Harun yang tayang pada Kamis (1/5/2025).
Berdasarkan persepsi publik yang selama ini beredar, Hercules dilindungi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hercules pun selalu mengklaim berutang nyawa terhadap Prabowo Subianto.
Namun, Gatot mempertanyakan jasa mantan preman itu.
Menurutnya, jasa Hercules hanya sebatas mengangkuti barang-barang keperluan militer.
"Jasanya ngangkat-ngangkat barang, kan dibayar juga. Cuma karena Pak Prabowo ya mungkin hatinya baik, kan gitu kamu ikut, mungkin. Tapi, saya yakin bukan Prabowo juga (yang ajak ke Jakarta)," tambahnya.
Dalam sebuah acara bersama Said Didu, Hersubeno Arief dan Refly Harun, Gatot menegaskan kemarahannya terhadap sikap Hercules yang dianggap tidak sopan dan seenaknya dalam berbicara.
"Ingat kau dulu, kok kau ngomong seenaknya kayak gitu. Tidak sopan, sudah jadi raja kau?" ujar Gatot dikutip dari unggahan akun Twitter Said Didu, Rabu (30/4/2025).
Gatot bahkan menyebut Hercules sebagai preman yang memakai seragam ormas, dan menantangnya untuk membuktikan bahwa dirinya layak disebut pejuang rakyat.
"Kamu itu kan preman memakai pakaian ormas. Saya bisa buktikan kau itu preman," lanjutnya.
Mantan Panglima TNI tersebut kemudian menyinggung insiden di Depok, di mana anggota kepolisian diserang dan mobilnya dibakar saat menjalankan tugas.
Menurut Gatot, kejadian itu sebagai bentuk pelecehan terhadap negara dan hukum.
"Polisi itu adalah alat negara. Ketika akan menangkap, dilawan, dikepung. Negara apa ini?" katanya.
Ia menegaskan bahwa semua TNI akan menjadi purnawirawan dan bahwa mereka layak dihormati, karena telah berdarah-darah membela bangsa.
"Pak Sutiyoso itu purnawirawan bintang tiga loh. Termasuk saya juga di Timor-Timur. Kita berdarah-darah!," tandasnya.
Gatot mengingatkan, jika negara dikuasai oleh preman, maka kehancuran akan tak terelakkan.
Minta Maaf
Sebagai informasi, Sebelum menanggapi Gatot, Hercules sendiri menyampaikan permohonan maaf kepada Sutiyoso.
Hercules meminta maaf setelah tersadar bahwa Sutiyoso bagian dari Kopassus, korps yang begitu dihormatinya.
Baca juga: Sunan Kalijaga Ungkap Cerita di Balik Permintaan Maaf Hercules ke Sutiyoso, Ada Sejarah Baret Merah
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
VIRAL Kompleks Perumahan dan Lapangan Pondok Indah Golf Didatangi GRIB Jaya, Ada Apa? |
![]() |
---|
Pagi Ini Jenazah Marsma Fajar Diterbangkan Pakai Hercules, Terkuak Kondisi Rekan Sang Jenderal |
![]() |
---|
Sutiyoso Hingga Ahok Pernah Berkunjung ke Pasar Taman Puring, Kini Hanya Tinggal Kenangan |
![]() |
---|
Pesan Djarot di HUT-498 Jakarta, Ingatkan Tantangan Besar Tak Hanya Banjir dan Macet |
![]() |
---|
Rano Karno dan Sutiyoso Hadiri Malam Muda Mudi di Jakarta Fair, Ini Harapan untuk HUT Ke-498 Jakarta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.