Viral di Media Sosial

Dedi Mulyadi Dijuluki 'Mulyono Jilid II', Mardigu: KDM Itu Transparansi, Satunya Cari Popularitas

Gaya politik Dedi Mulyadi yang getol turun ke masyarakat membuat dirinya disamakan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang juga gemar belusukan. 

Tayang: | Diperbarui:
Tangkapan Instagram Dedi Mulyadi, Mardigu dan Jokowi
OPINI MARDIGU - Komisaris Bank BJB, Mardigu Wowiek Prasantyo, membandingkan gaya politik Dedi Mulyadi dengan Jokowi. Menurutnya, Dedi Mulyadi lebih menonjolkan transparansi sementara Jokowi lebih mencari popularitas. (Tangkapan Instagram Dedi Mulyadi, Mardigu dan Jokowi). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Gaya politik Dedi Mulyadi yang getol turun ke masyarakat membuat dirinya disamakan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang juga gemar belusukan. 

Namun, sebagian masyarakat mempersepsikan gaya belusukan Jokowi hanya pencitraan semata. 

Mereka yang sudah tak asing dengan gaya Kang Dedi Mulyadi (KDM) pun menjulukinya sebagai Mulyono Jilid II. 

Diketahui Mulyono merupakan nama Jokowi saat masih kecil. 

Pengusaha yang aktif bermedia sosial sekaligus Komisaris Bank BJB, Mardigu Wowiek Prasantyo turut membandingkan kedua sosok tersebut. 

Ia pun melempar pertanyaan kepada warga net terkait kedua sosok tersebut. 

"Menurut saya ini adalah populerism versus transparansi, maksudnya bagaimana?" ujar Mardigu seperti dikutip dari Instagramnya yang tayang pada Senin (19/5/2025). 

"Saya bertanya kepada sahabat semua, menurut anda KDM dan Pak Mulyono itu populerism, artinya ingin jadi populer, ingin jadi terkenal, ingin menjual dirinya atau ini adalah bagian dari langkah transparansi atau keterbukaan?" tanyanya. 

Mardigu beropini bahwa ada perbedaan gaya politik Mulyono dengan KDM. 

Menurutnya, KDM itu memiliki gaya politik transparansi bukan mencari popularitas. 

"Kalau pendapat saya pribadi, KDM berbeda dengan Mulyono. KDM itu transparansi, Mulyono itu populerism," katanya. 

Namun, banyak juga berbagai kalangan yang menyebut bahwa KDM hanya lah mencari popularitas semata yang nantinya akan menjadi Mulyono kelak. 

Sementara pengagum Mulyono akan membela bahwa Mulyono itu transparansi bukan mencari popularitas.

"Sekarang kita lihat aja deh fenomena KDM versus Mulyono, jadi temen-temen lebih jujur menganalisanya. Menurut anda siapa yang populerism, siapa yang transparansi atau keterbukaan," pungkasnya. 

Tanggapan Dedi dijuluki Mulyono Jilid II

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi sebutan atau julukan Mulyono Jilid II yang disematkan kepadanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved