GUBERNUR KONTEN - Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers seusai menjalani pemeriksaan Kesehatan di kompleks Kementerian Dalam Negeri, Minggu (16/2/2025). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi nilai lebih baik jadi gubernur konten dibanding gubernur molor. Profesor politik bongkar titik lemah. (KOMPAS.com/FREDERIKUS TUTO KE SOROMAKING)
Julukan gubernur konten awalnya diucapkan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud saat menyapa Dedi Mulyadi dalam rapat di DPR RI.
Bukan tanpa alasan, Dedi Mulyadi mengatakan uang hasil dari konten dapat diberikan kepada rakyat.
"Saya selalu ditanya, "Pak Dedi, duitnya dari mana ngonten?" Habis itu dimasalahin lagi. Gubernur konten lebih baik dari jadi gubernur konten punya duit diberikan pada rakyat daripada gubernur molor," kata Dedi dalam pidato saat upacara Hari Kebangkitan Nasional 2025 di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Selasa (20/5/2025).
"Benar enggak? Benar ya kan? daripada gubernur tidur, gubernur protokoler, gubernur ingin dihargai, gubernur menghabiskan anggaran jalan-jalan ke luar negeri, teu hayang teuing aing," sambungnya.
Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi memberikan bonuk kepada petugas upacara dari depo pendidikan (dodik) sebesar Rp 25 juta. Pernyataan Dedi Mulyadi itu disambut tepuk tangan meriah peserta upacara.
Politikus Gerindra itu mengungkapkan bonus tersebut berasal dari pendapatan konten dirinya.
"Dapat uang saku, makannya enak, tidurnya nyenyak, berubah mental, bajunya bagus, pulang dapat bonus, gratis lagi. Dan tentunya buat petugas yang lain juga kita siapkan Rp25 juta," katanya.
Dedi juga menyinggung soal gorong-gorong. Menurutnya, Indonesia memerlukan sosok yang bermental kuat bila ingin melakukan perbaikan.
"Kenapa? harus kuat menghadapi kaum nyinyir dan biarkan yang nyinyir suruh sakit hati selamanya karena Jawa Barat akan terus mengalami peningkatan pembangunannya. Ini baru 3 bulan, 100 hari itu tanggal 30 Mei. 100 hari kepemimpinan saya, belum 100 hari sudah banyak orang yang kepanasan apalagi 5 tahun," tegasnya.
Titik Lemah
Sedangkan, Profesor Ilmu Politik, Burhanuddin Muhtadi menyoroti cara Dedi Mulyadi yang mendapatkan tepuk tangan dari publik.
"Jadi sama dia dibalik semua kehidupan real dia itu di dunia mayakan," kata Burhanuddin dikutip dari tayangan kontroversi di Metro Tv, Selasa (20/5/2025).
Burhanuddin mengungkapkan Dedi Mulyadi telah membangun popularitasnya sejak lama, bahkan sebelum maju menjadi calon Gubernur Jawa Barat.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia itu mencatat Dedi Mulyadi memiliki 12 juta follower di Facebook. Kemudian, Dedi juga memiliki 3,5 juta pengikut di instagram.