Temuan KPAI Jadi Alasan Ono Surono Tolak Barak Militer Ala KDM, Psikolog Anak Ungkap Fakta Berbeda

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono kekeh menolak program pendidikan barak militer ala Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi (TribunJabar/Hilman Kamaludin) dan Ono (Tribun Jabar/Kiki Andriana)
Kolase foto Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan di Rindam III Siliwangi, Jumat (2/5/2025) dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono diwawancarai TribunJabar.id. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono kekeh menolak program pendidikan barak militer ala Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Selain menyimpang dari sistem pendidikan nasional, ia menilai pembinaan karakter di barak militer untuk siswa nakal berpotensi melanggar hak asasi anak.

Bahkan, politisi PDIP ini merujuk pada temuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang turut mengkritik barak militer ala eks Bupati Purwakarta itu.

"Apalagi KPAI, misalnya, sudah menemukan ada beberapa hal. Yang pertama misalnya menjadi pemaksaan anak-anak dengan ancaman mereka tidak akan naik kelas. Lalu, misalnya, ada ketidaknyamanan anak-anak di barak militer tersebut," ujar Ono dikutip dari Tribun Jabar, Selasa (20/5/2025).

Ono kemudian menyinggung soal pelanggaran Undang-Undang Sisdiknas dan Undang-Undang Hak Asasi Manusia.

Kini, dirinya sejalan dengan KPAI menyoal pendidikan di barak militer.

"Jadi pada saat KPAI yang merupakan lembaga pengawas terkait dengan perlindungan anak menyampaikan seperti itu, ya saya sendiri yang pasti akan mendukung KPAI untuk merekomendasikan gubernur menghentikan," jelasnya.

Kak Seto Ungkap Fakta Lain

Di sisi lain, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau karib disapa Kak Seto justru mengungkapkan fakta berbeda kala berada di lapangan.

Kak Seto diketahui meninjau langsung para siswa yang menjalani Program Pendidikan Karakter Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (10/5/2025) lalu.

lihat fotoDi tengah suasana antara Dedi Mulyadi dan PDIP Jabar yang memanas,  Ketua DPRD Jawa Barat Fraksi Gerindra, Buky Wibawa kasih paham soal gaya bicara Gubernur Jawa Barat itu.
Di tengah suasana antara Dedi Mulyadi dan PDIP Jabar yang memanas, Ketua DPRD Jawa Barat Fraksi Gerindra, Buky Wibawa kasih paham soal gaya bicara Gubernur Jawa Barat itu.

Dengan tegas ia justru memuji pendidikan barak militer ala Dedi Mulyadi ini.

"Sering kali ada anggapan keliru. Meskipun ada unsur kedisiplinan ala militer, pendekatannya tetap menggunakan bahasa anak dan menjunjung tinggi hak-hak mereka," ujar Psikolog Anak itu dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (11/5/2025).

Kemudian, Kak Seto juga sempat adu debat dengan Adhel Setiawan yang menjadi pelapor Dedi Mulyadi ke Komnas HAM.

Terkait dengan kekhawatiran Adhel soal peluang munculnya pelanggaran HAM di barak militer bagi anak-anak, Kak Seto mengurai penjelasannya.

Pihaknya akan terus mengawasi kebijakan Dedi Mulyadi tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved