Silfester Matutina 2 Kali Serang Forum Purnawirawan, Sebut Manusia Konyol hingga Pecundang

Silfester Matutina, tidak berhenti membela Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadapi upaya pemakuzlan.

Forum Purnawirawan (Kompas TV) dan Silfester (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)
SILFESTER SERANG PURNAWIRAWAN - Kolase foto Forum Purnawirawan dalam konferensi pers bersama forum purnawirawan TNI di kawasan Kemang, Jakarta, Rabu (2/7/2025) dengan foto Ketua Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina. Silfester dua kali menyerang Forum Purnawirawan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina, tidak berhenti membela Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadapi upaya pemakuzlan.

Dua kali ia menyerang balik Forum Purnawirawan, kelompok yang mengusulkan pemakzulan Gibran di muka publik.

Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 dan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 itu pernah menyebut Forum Purnawirawan pecundang.

Terkini, ia menyebut para jenderal pensiunan pasukan bersenjata itu sebagai manusia konyol.

Manusia Konyol

Menurut Silfester, Forum Purnawirawan hanya mau memnangkan egonya saja, sebab tak terima Gibran bersama Presiden Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2024.

Ia menganggap  Forum Purnawirawan adalah bagian dari paslon nomor 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan nomor 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Pria kelahiran NTT, 54 tahun silam itu, menyebut Forum Purnawirawan sebagai 'manusia konyol' lantaran mau menduduki MPR demi mendesak pemakzulan Gibran.

"Ini kan manusia-manusia konyol ya yang saya lihat. Mereka hanya mau egoismenya sendiri gitu lho."

"Jadi dalam hal ini kalau (surat usulan pemakzulan Gibran) belum direspons ataupun direspons (DPR), apapun mereka akan tetap duduki DPR MPR itu. Itu kan keinginan mereka."

"Mereka pada dasarnya tidak rela ya Prabowo-Gibran ini berkuasa."

"Mereka memang orang-orang yang kemarin, pertama, kalah, kedua, setelah Pilpres, mereka mendemo KPU," kata Silfester.

Silfester pun menganggap sebaiknya upaya pemakzulan Gibran dihentikan karena tak memiliki dasar hukum yang jelas.

"Kalau kami ya setop saja, karena tidak memiliki dasar dan fakta-fakta hukum yang jelas. Kalau mau lagi, kita bertempur di 2029," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Forum Purnawirawan TNI ngegas usai surat usulan pemakzulan Gibran tak cepat direspons DPR.

Para pensiunan prajurit TNI itu telah mengirim surat usulan pemakzulan pada 26 Mei 2025.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved